Backrooms

Backrooms

Nilai Kritikus
76 /100
5 Kritikus
Nilai Pengguna
6.9 /10
45 Pengguna
Rating Kamu
Beri Nilai

Ikhtisar

Setelah seorang pasien terapisnya menghilang ke dalam dimensi di luar kenyataan, sang terapis harus memberanikan diri menjelajahi dunia yang tak dikenal demi menyelamatkannya.

Sutradara

Kane Parsons

Link Nonton

Loading
Backrooms | Official Trailer HD | A24
Backrooms | Official Trailer HD | A24

02:18

27 Mei 2026

Chiwetel Ejiofor

sebagai Clark

Sawyer Fraser

sebagai Phil's Child

Mel Kostas

sebagai Rival Customer

Kelly Craig

sebagai Barbara

Mark Duplass

sebagai ...

Natalie Moon

sebagai Phil's Wife

Philip Granger

sebagai Meterman

Dana Mahmood

sebagai ...

Ember Ambrose

sebagai Young Mary

Finn Bennett

sebagai Bobby

Krista Kosonen

sebagai Nora

Renate Reinsve

sebagai Mary

Milana Wan

sebagai Party Attendant Daughter

Ramona Kim

sebagai Party Attendant Mother

Peter New

sebagai Big Wayne

BACKROOMS memanfaatkan dinding kuning kusam, lampu neon berdengung, dan lorong tak berujung buat atmosfer aneh nan cemas tanpa perlu jumpscare. Temponya lambat, narasi abstrak, pengembangan karakter kurang, tapi sensasi ketakutan psikologisnya buat napas tertahan. Bukan horor untuk semua orang, tapi tetap mimpi buruk yang sulit dilupakan.

Backrooms seperti pengalaman MRI: menegangkan, penuh tekanan, tapi hasil akhirnya samar dan tak memuaskan semua orang. Naskah Soodik terasa labirin, kadang dipaksakan, namun atmosfer, desain produksi, sorotan kamera, dan musik patut diacungi jempol. Akting Ejiofor dan Reinsve solid, tapi penonton tetap pulang dengan banyak pertanyaan menggantung.

Backrooms menawarkan horor sci-fi dengan visualisasi psikologis yang kuat dan naskah brilian, meski narasi dan konsepnya terasa absurd bagi penonton awam. Pendekatan estetik dan simbolisnya lebih cocok untuk penikmat film art house. Capaian komersialnya menandai perubahan selera penonton yang mulai jenuh dengan tontonan mainstream.

Adaptasi Backrooms oleh Kane Parsons setia pada nuansa horor analog dan atmosfer ruang kosong yang mencekam, dengan naskah sederhana yang membiarkan ketegangan tumbuh perlahan. Duet Chiwetel Eijofor dan Renate Reinsve jadi nyawa film, didukung jajaran cast solid. Ditambah visual ciamik dan desain suara sunyi, adanya radiodengan berbagai bahasa, membuat Backrooms jadi sajian yang super mencekam.

Backrooms bukan sekadar horor monster atau kejar-kejaran, melainkan eksplorasi ketakutan psikologis dan rasa sesak lewat ruang liminal yang visualnya bikin gelisah. Renate Reinsve jadi sorotan utama berkat akting emosionalnya, sementara atmosfer film ini meresahkan tanpa harus mengandalkan jumpscare. Bukan creepypasta menakutkan tradisional, tapi horornya tetap membekas.

Terakhir Dilihat