Film bagus tuh nggak cukup cuma ditonton. Di sini, lo bisa kasih rating, tulis ulasan, dan adu pendapat bareng yang sama-sama ngerti. Gabung komunitasnya — seru-seruan bahas yang viral, yang luput dari radar, sampai ending yang masih nyangkut di kepala.
Film-film yang saat ini sedang tayang di bioskop. Lihat jadwal, trailer, dan pemerannya.
Film yang akan segera tayang dibioskop. Lihat tanggal rilis, trailer, dan pemerannya.
Cuplikan film terbaru yang baru saja dirilis. Tonton trailer terkini dan temukan film yang menarik perhatianmu.
Temukan kumpulan kurasi yang menyajikan daftar terstruktur dari berbagai kategori.
Joko Anwar adalah salah satu sutradara dan penulis paling berpengaruh di perfilman Indonesia modern. Ia dikenal karena mengerjakan film Indonesia horo...
Industri film Indonesia telah melahirkan banyak aktor berbakat, namun sedikit yang mampu menunjukkan versatilitas dan kedalaman akting seperti Reza Ra...
Selamat datang di daftar 15 film Indonesia terlaris dengan jumlah penonton terbanyak di bioskop sepanjang masa. Kurasi ini dibuat agar mudah dibaca da...
Minions & Monsters tampil sebagai tribute besar-besaran untuk era emas Hollywood, penuh referensi cerdas dan aksi konyol tanpa henti dari Minions. Plot ringan, karakter baru, dan parade humor nonstop membuat penonton perlu stamina ekstra. Murni hiburan, tanpa pesan moral, film ini adalah pesta nostalgia untuk para pencinta sejarah sinema.
Obsession menawarkan horor psikologis dengan premis unik tentang dedalu dan obsesi, namun ritme lambat membuat tensi horor agak telat muncul. Kekuatan utama terletak pada akting Inde Navarrette dan atmosfer visual yang muram. Horor terbesar bukan pada gaib, tapi obsesi manusia yang menghapus kehendak bebas, meninggalkan rasa tidak nyaman yang membekas.
Obsession adalah salah satu pencapaian horor terbaik dalam beberapa dekade terakhir. Plotnya sederhana namun solid dengan intensitas ketegangan yang dibangun perlahan tanpa riasan berlebihan. Kekuatan terbesarnya ada pada akting luar biasa Inde Navarrette yang mengancam dan menakutkan. Segar, efektif, dan wajib ditonton karena berpotensi mengubah arah sinema horor ke depan.
Supergirl gagal terbang tinggi akibat naskah rapuh dan eksekusi membingungkan. Satu-satunya penyelamat hanyalah performa luar biasa Milly Alcock sebagai Kara yang urakan dan edgy. Sisanya, film ini tersesat dalam labirin plot gamang, dialog kaku, serta rentetan adegan aksi hambar yang berakhir menjadi petualangan suram nan menjemukan.
Milly Alcock tampil luar biasa sebagai Kara yang sinis, penuh trauma, dan brutal, jauh dari stereotip Supergirl. Cerita fokus pada perjalanan personal penuh lumpur dan darah bersama Ruthye, didukung desain produksi yang kumuh dan karakter pendukung solid. Sayangnya, pace terengah-engah dan benturan tone kadang mengganggu. Tetap, Supergirl sukses memberi identitas liar dan mandiri pada Kara.
Phi Phong: The Blood Demon menawarkan mitologi menarik dan atmosfer horor yang mencekam, namun terlalu sibuk menyembunyikan penjelasan dunia dan budaya yang penting, sehingga banyak momen terasa membingungkan. Untungnya, akting bagus para pemain jadi penyelamat film ini. Ditambah visual yang engaging dalam membangun atmosfer mencekam, film ini sukses membuka cakrawala baru soal budaya horor Vietnam.
Aku cukup suka dengan Superman James Gunn karena berhasil membawa franchise DC menjadi positif lagi. Tapi, film ini justru menghancurkan harapan itu.
Ide mengadaptasi komik Woman of Tomorrow sudah tepat, tapi film ini gagal menampilkan kedalaman karakter sebagaimana mestinya, sehingga yang nonton tidak peduli pada sosok Kara. Sutradara tidak berhasil memberikan konteks baru bagi Supergirl, hanya mengandalkan tropes yang terasa membosankan sepanjang film.
Meski punya potensi cerita yang menarik, film ini justru memilih jalur superhero standar yang main aman dan kurang berani mengambil risiko, sehingga sangat minim kejutan. Dua hal yang cukup menyelamatkan hanyalah penampilan Corenswet sebagai Superman, serta kilas balik kehidupan Kara di Krypton yang cukup menarik.
Tidak ada bedannya dengan film superhero dalam 1 dekade kebelakang. Tidak jelek, tapi juga tidak menawarkan sesuatu yang baru dan menarik. Gaya visual terasa berlebihan dan green screen sangat kasar. Setiap adegan di outdoor tampak tidak natural dan teknik pencahayaan justru membuat visual semakin jelek. Film hambar dan tidak punya daya tarik spesial.
Supergirl menampilkan Milly Alcock sebagai Kara dan Jason Momoa sebagai Lobo, menghadirkan banyak humor, emosi. Para pemain lain tampil cukup baik, tapi masalah utama terletak pada naskah dan development cerita yang lemah. Setelah opening dan penjelasan asal-usul Kara di Krypton yang cukup serius, film ini berubah menjadi tontonan dewasa yang berisi minum, umpatan, dan perkelahian. Banyak momen lucu yang justru tidak mengundang tawa, sementara porsi besar film hanya menekankah bahwa Kara tidak peduli apapun kecuali anjingnya. Cerita utama tentang alien muda yang mencari jati diri jadi tersingkir, digantikan alur yang tidak relevan. Supergirl digambarkan sembrono dan tidak bertanggung jawab, karakternya developmentnya terasa dipaksakan di akhir film. Film ini mengecewakan, DC seharusnya bisa memproduksi cerita yang lebih baik dari ini.
Toy Story 5 berhasil membawa kembali kehangatan dan dinamika trilogi terdahulu dengan berfokus pada Jessie sebagai karakter utama. Film ini mengisahkan perubahan Bonnie yang mulai beranjak remaja, beralih dari bermain mainan menuju ketergantungan pada teknologi, sesuatu yang sangat relevan dengan masa kini. Narasinya terasa segar berkat fokus pada relasi antara pemilik dan mainan, serta upaya Jessie mempertemukan Bonnie dengan teman baru di dunia nyata. Buzz dan Woody tetap hadir sebagai karakter pendukung yang menyenangkan walau tidak lagi menjadi pemeran utama. Meski film ini tidak menawarkan solusi tuntas terhadap isu teknologi dan sedikit kurang dalam mengeksplorasi kisah masa lalu Jessie, petualangan kali ini tetap sarat emosi dan sangat menghibur. Secara keseluruhan, Toy Story 5 adalah tambahan yang kuat untuk franchise ini, menghadirkan momen-momen lucu, menyentuh, dan membuat penontonnya menyimak sepanjang film.
Aku sudah lama nunggu film ini karena suka dengan Once dan Begin Again. Tapi ternyata filmnya kurang berkesan. Paul Rudd jadi yang paling mencuri perhatian, sementara Nick Jonas kurang dari segi vokal dia. Arahan John Carney masih bagus dan terasa natural, tapi ceritanya biasa saja, lagu yang diulang-ulang bikin bosan, dan ending-nya tanpa penutup yang jelas. Ini jadi film John Carney yang paling mid bagiku. Tonton aja kalau sudah ada di streaming.
Terkesan dengan perkembangan film animasi indo akhir-akhir ini. Kualitas visual semakin bagus dan tidak kalah dengan animasi barat. Di film ini, animasinnya bagus sekali namun tetap saja, kelemahan film indo ada di sisi cerita. Alir cerita film ini belum mampu mengimbangi kualitas visualnya. Walau begitu, secara keseluruhan, film ini layak dipuji karena bisa membuktikan bahwa animas indo sudah berada di tingkat yang lebih baik.
Film terbaru yang masuk ke database kami. Temukan detail, trailer, dan pemerannya.
Most searched person slider ver
825 poin
Level 6
825 poin
Level 6
725 poin
Level 5
Papan peringkat menampilkan pengguna paling aktif, berdasarkan jumlah poin yang mereka kumpulkan dari kontribusi di komunitas. Menulis ulasan mendalam mendapat 100 poin, sedangkan jika hanya memberikan rating akan mendapat 25 poin. Sistem ini dibuat untuk menghargai kontributor yang konsisten dalam memberikan ulasan dan memberi sorotan pada mereka yang sudah membantu orang lain menemukan konten yang layak ditonton. Ingin naik peringkat? Mulailah dengan berbagi rating dan ulasanmu — kontribusi apapun tetap berarti.