Setelah menjalani kehidupan penuh kejahatan dan pembunuhan, Robin Hood dihantui masa lalunya. Ia mengalami luka parah akibat pertempuran yang ia kira akan menjadi yang terakhir baginya. Dalam kondisi sekarat, Robin Hood berada di tangan seorang wanita misterius yang memberinya kesempatan untuk penebusan.
sebagai Little Margaret
sebagai Sister Brigid
sebagai Margaret
sebagai Hob
sebagai First Kill at Farm
sebagai Sarah
sebagai Second Kill at Farm
sebagai The Leper
sebagai Arthur
sebagai Hendrie's Great Aunt
sebagai Edward
sebagai Elderfather
sebagai Hendrie's Grandmother
sebagai Moshe
sebagai Hendrie's Father
sebagai Hendrie's Aunt
sebagai Robin
sebagai Godwyn Senior
sebagai Wainwright
sebagai Hendrie
Brutal, kontemplatif, dan melawan tradisi Robin Hood, film ini bukan buat penonton awam yang cari aksi. Sinematografi dan estetiknya memukau, dialog mengalir lambat penuh renungan. Bukan calon box office, tapi eksplorasi ceritanya terlalu menarik untuk dilewatkan. Belum selevel Pig, tapi layak dinanti karya selanjutnya.
Cerita lebih gelap, menyorot Robin Hood tua yang hidup dalam penyesalan dan luka, jauh dari kisah kepahlawanan klasik. Akting Hugh Jackman jadi penyelamat, chemistry dengan Jodie Comer kuat, visual mendukung nuansa suram. Sayangnya, ritme lambat dan banyak karakter pendukung bikin emosi dan fokus cerita kurang maksimal.
Film Robin Hood kali ini mengadaptasi kisah yang berbeda dari cerita aslinya. Raja John digambarkan bukan sepenuhnya jahat, sementara Robin Hood justru terasa seperti penjahat yang penuh dendam. Suasana yang dingin dalam film terasa nyata, begitu juga hati para tokohnya yang tampak keras dan jauh dari kehangatan atau nilai religius. Meski ingin mengangkat tema pengampunan dan peristirahatan terakhir, inti utamanya tetap kisah balas dendam. Cerita ini kurang menyentuh dan tidak membawa nuansa Robin Hood yang biasanya penuh inspirasi.
Awalnya tertarik setelah lihat trailernya dan aku penggemar berat Hugh Jackman. Bagian awal film cukup kuat dan tampak menjanjikan, tetapi paruh keduanya terasa datar dan kehilangan daya tarik. Secara visual, film ini memang bagus dengan sinematografi dan kostum yang mendukung suasana. Akting Hugh Jackman juga patut diapresiasi dan dia berhasil menghidupkan karakternya dengan baik. Tapi, dari segi ceritanya lemah dan banyak elemen yang terasa dipaksakan menggunakan tempo lambat. Akhirnya film ini mengecewakan karena eksekusinya kurang memuaskan.