Ketika musuh tak terduga dan kejam menyerang begitu dekat dengan kehidupannya, Kara Zor-El, yang juga dikenal sebagai Supergirl, terpaksa bekerja sama dengan sekutu yang tak disangka-sangka dalam petualangan epik lintas galaksi demi membalas dendam dan menegakkan keadilan.
sebagai Kara Zor-El
sebagai Zor-El
sebagai Elias Knoll
sebagai Krem of the Yellow Hills
sebagai Ruthye Marye Knoll
sebagai Lobo
sebagai Kal-El
sebagai Sklarian Raider
sebagai Alura In-Ze
sebagai Drom Baxton
sebagai Brute
Supergirl gagal terbang tinggi akibat naskah rapuh dan eksekusi membingungkan. Satu-satunya penyelamat hanyalah performa luar biasa Milly Alcock sebagai Kara yang urakan dan edgy. Sisanya, film ini tersesat dalam labirin plot gamang, dialog kaku, serta rentetan adegan aksi hambar yang berakhir menjadi petualangan suram nan menjemukan.
Milly Alcock tampil luar biasa sebagai Kara yang sinis, penuh trauma, dan brutal, jauh dari stereotip Supergirl. Cerita fokus pada perjalanan personal penuh lumpur dan darah bersama Ruthye, didukung desain produksi yang kumuh dan karakter pendukung solid. Sayangnya, pace terengah-engah dan benturan tone kadang mengganggu. Tetap, Supergirl sukses memberi identitas liar dan mandiri pada Kara.
Aku cukup suka dengan Superman James Gunn karena berhasil membawa franchise DC menjadi positif lagi. Tapi, film ini justru menghancurkan harapan itu.
Ide mengadaptasi komik Woman of Tomorrow sudah tepat, tapi film ini gagal menampilkan kedalaman karakter sebagaimana mestinya, sehingga yang nonton tidak peduli pada sosok Kara. Sutradara tidak berhasil memberikan konteks baru bagi Supergirl, hanya mengandalkan tropes yang terasa membosankan sepanjang film.
Meski punya potensi cerita yang menarik, film ini justru memilih jalur superhero standar yang main aman dan kurang berani mengambil risiko, sehingga sangat minim kejutan. Dua hal yang cukup menyelamatkan hanyalah penampilan Corenswet sebagai Superman, serta kilas balik kehidupan Kara di Krypton yang cukup menarik.
Tidak ada bedannya dengan film superhero dalam 1 dekade kebelakang. Tidak jelek, tapi juga tidak menawarkan sesuatu yang baru dan menarik. Gaya visual terasa berlebihan dan green screen sangat kasar. Setiap adegan di outdoor tampak tidak natural dan teknik pencahayaan justru membuat visual semakin jelek. Film hambar dan tidak punya daya tarik spesial.
Supergirl menampilkan Milly Alcock sebagai Kara dan Jason Momoa sebagai Lobo, menghadirkan banyak humor, emosi. Para pemain lain tampil cukup baik, tapi masalah utama terletak pada naskah dan development cerita yang lemah. Setelah opening dan penjelasan asal-usul Kara di Krypton yang cukup serius, film ini berubah menjadi tontonan dewasa yang berisi minum, umpatan, dan perkelahian. Banyak momen lucu yang justru tidak mengundang tawa, sementara porsi besar film hanya menekankah bahwa Kara tidak peduli apapun kecuali anjingnya. Cerita utama tentang alien muda yang mencari jati diri jadi tersingkir, digantikan alur yang tidak relevan. Supergirl digambarkan sembrono dan tidak bertanggung jawab, karakternya developmentnya terasa dipaksakan di akhir film. Film ini mengecewakan, DC seharusnya bisa memproduksi cerita yang lebih baik dari ini.