Perempuan Pembawa Sial

Perempuan Pembawa Sial

Nilai Kritikus
70 /100
1 Kritikus
Nilai Pengguna
7.2 /10
13 Pengguna
Rating Kamu
Beri Nilai

Ikhtisar

Setiap pria yang menyentuhnya pasti berujung maut. Mirah (Raihaanun), perempuan yang dihantui masa lalu kelam, menjadi simbol kesialan bagi siapa pun yang jatuh cinta padanya. Bukannya menemukan kebahagiaan lewat pernikahan, kehadiran Mirah justru membawa bencana ke mana pun ia melangkah. Warga kampung menudingnya sebagai biang kematian, mengusirnya, meludahi namanya, dan menandainya sebagai wanita pembawa sial. Namun Mirah yakin, semua ini bukan sekadar kebetulan—ia merasa ada sesuatu yang dikirimkan padanya, sesuatu yang tak kasatmata.

Dalam pencariannya menyingkap misteri kutukan yang menjerat hidupnya, Mirah bertemu Bana (Morgan Oey), pemilik warung makan yang sederhana. Berbeda dengan pria lain, Bana memperlakukan Mirah tanpa rasa takut atau prasangka, membuka celah harapan di hati Mirah yang nyaris padam. Perlahan, rasa cinta mulai tumbuh di antara keduanya, menghadirkan pertaruhan besar: berani menantang takdir dan kutukan yang selama ini membayangi Mirah.

Sutradara

Fajar Nugroho

Link Nonton

Loading
OFFICIAL TRAILER - PEREMPUAN PEMBAWA SIAL
OFFICIAL TRAILER - PEREMPUAN PEMBAWA SIAL

01:42

04 September 2025

OFFICIAL TEASER - PEREMPUAN PEMBAWA SIAL
OFFICIAL TEASER - PEREMPUAN PEMBAWA SIAL

46

04 September 2025

Shalima Hakim

sebagai Wiwit

Ivonne Dahler

sebagai Ibu Aryo

Eathonk Sapto

sebagai Johan

Morgan Oey

sebagai Bana

Aurra Kharishma

sebagai Lasmi/Laweyan

Raihaanun

sebagai Mirah

Kukuh Riyadi

sebagai Budi Darmawan

Muhammad Abe Baasyin

sebagai Agus Dibyo

Rukman Rosadi

sebagai Sunyoto

Clara Bernadeth

sebagai Puti

Kwee Tjoen Lian

sebagai Mbah Warso

Noel Kevas

sebagai Joko Trinadi

Kukuh Prasetya

sebagai Burhan

Ibnu Sohib

sebagai Gilang

Mirna Radila

sebagai Qomah

Dhianya Adilia

sebagai Ningsih

Nasarius Sudaryono

sebagai Bapak Aryo

Stani Arifasti

sebagai Bu Endang

Raihaanun tampil luar biasa membawakan trauma Mirah di tengah atmosfer budaya Jawa yang sangat autentik. Film ini berhasil karena bukan sekadar horor, tapi punya kedalaman emosional soal diskriminasi gender. Meski ada plot hole dan ending yang bikin sedikit kecewa karena terlalu filosofis, film ini tetap bukti horor berkualitas yang sarat makna.

Terakhir Dilihat