Fitri (Wavi Zihan), seorang guru Bimbingan dan Penyuluhan muda, telah lama mencurigai bahwa muridnya, Jaya (Ali Fikry), menjadi korban perundungan. Ayah Jaya, Makmur (Fedi Nuril), juga telah meminta bantuan sekolah, namun tidak dihiraukan. Fitri pun memutuskan menyelidiki kasus Jaya sendiri dengan mencari saksi dan bukti dari warga sekitar. Namun, penyelidikan tersebut membawanya pada misteri lain di kampung, di mana penduduk mulai berperilaku aneh seolah-olah dirasuki jin Qorin mereka. Semakin dalam Fitri mengungkap, hubungan antara kedua kasus makin jelas dan peristiwa mencekam pun bermunculan.
sebagai Sulastri
sebagai Guntur
sebagai Anisa
sebagai Nek Ati
sebagai Makmur
sebagai Fahri
sebagai Jaya
sebagai Fitri
sebagai Jaki
sebagai Rijal
sebagai Darmawan
sebagai Wahyu
sebagai Dadil
sebagai Samin
sebagai Darma
sebagai Ustad Fahmi
sebagai Rahma
Qorin 2 tampil berani sebagai standalone sequel dengan tema bullying yang relevan dan visual kekerasan yang intens, namun kedalaman karakter dan konsep qorin terasa dangkal, alur repetitif, serta lebih menonjolkan horor manusia ketimbang supranaturalnya.
Qorin 2 membangun atmosfer horor yang efektif lewat sinematografi dan sound design, didukung akting emosional Fedi Nuril dan Ali Fikry; namun, ending antiklimaks, penjelasan aspek supranatural minim, serta kekerasan grafis berlebih jadi titik lemah film ini.
Qorin 2 menghadirkan teror lebih brutal dan berdarah dibanding pendahulunya, menonjol melalui pendekatan slasher dan kritik terhadap bullying serta sistem sekolah, namun tensi memudar di paruh kedua meski penampilan Fedi Nuril menjadi jangkar kuat film ini.
Qorin 2 menawarkan atmosfer visual pedesaan dan drama psikologis yang lebih kuat dibanding pendahulunya, namun eksekusi ritual dan elemen horror kurang konsisten, serta beberapa momen terasa tak realistis meski naskahnya rapi dan kritik sosialnya tajam.
Qorin 2 lebih menonjolkan elemen balas dendam dan kekerasan dibanding horor supranaturalnya, dengan alur cerita yang repetitif serta pengembangan karakter dan konsep qorin yang kurang jelas, meski didukung aspek teknis visual dan akting berani Fedi Nuril.
Belum ada ulasan dari pengguna.