Premisnya segar, mengangkat kiprah TNI AL yang jarang muncul dengan visual KRI yang gagah. Sayang, tensi cerita sering pupus oleh drama kepanjangan dan humor kering. Eksekusinya kurang bernyawa dan datar, mulai dari dialog hingga karakter. Naskah tidak solid membuat momen klimaks serta aksi heroiknya terasa sangat hambar, tanpa nyawa dan emosi.
Senin Harga Naik selintas mengingatkan pada Cek Toko Sebelah, namun dikemas apik dan nyaman dinikmati. Meriam Bellina tampil gemilang memerankan sosok Retno yang kompleks, didukung visual roti yang memanjakan mata. Walau karakter Mutia bikin gemas dan bumbu humornya sering berlebihan hingga mengganggu, eksekusi ceritanya tetap mulus sebagai tontonan keluarga yang berkesan.
Kimo Stamboel fokus pada gore intens dan konflik intrik trah pitu, bukan atmosfer horor, membuat Janur Ireng lebih menonjolkan kekerasan grafis daripada ketegangan mencekam, sementara misteri keluarga tetap menarik meski elemen horor kurang membuat bergidik.
Gelap Mata menawarkan premis segar tentang asisten rumah tangga dalam genre thriller, namun pengembangan cerita dan karakter terasa setengah matang, minim kejutan, dan berakhir seperti FTV biasa, sehingga potensi akting para pemain serta isu sosial yang relevan kurang maksimal.