Monster Pabrik Rambut

Monster Pabrik Rambut

Nilai Kritikus
73 /100
5 Kritikus
Nilai Pengguna
5.9 /10
44 Pengguna
Rating Kamu
Beri Nilai

Ikhtisar

Putri (Rachel Amanda) kehilangan ibunya yang meninggal setelah berhari-hari tidak tidur karena terus bekerja siang dan malam. Maryati (Didik Nini Thowok), pemilik pabrik, mengatakan bahwa ibunya bunuh diri. Awalnya Putri percaya, namun Ida (Lutesha), adiknya, yakin bahwa ibu mereka meninggal karena kesurupan. Untuk membuktikan keyakinannya, Ida nekat lembur dan tidak tidur berhari-hari demi mencoba melihat sendiri sosok hitam yang dulu merasuki ibunya. Bona (Iqbaal Ramadhan), adik bungsu mereka, memiliki kemampuan meregenerasi tubuhnya. Namun, akhirnya sosok hitam tersebut berhasil menyandera Bona.

Sutradara

Edwin

Link Nonton

Loading
OFFICIAL TRAILER - MONSTER PABRIK RAMBUT
OFFICIAL TRAILER - MONSTER PABRIK RAMBUT

02:10

29 Mei 2026

Sleep No More (2026) Berlinale Trailer
Sleep No More (2026) Berlinale Trailer

01:02

29 Mei 2026

Monster Pabrik Rambut menawarkan premis segar dan relevan soal pekerja pabrik, didukung visual mencekam serta akting solid Rachel Amanda dan Didik Nini Thowok. Namun, cerita terasa absurd dan kurang membumi, eksekusi kacau, motivasi karakter dan monster tak jelas, sehingga film ini hanya meninggalkan parade body horror berdarah-darah tanpa fondasi cerita yang kuat.

Ketakutan terbesar bukan dari monsternya, melainkan sistem penindas yang terasa sangat nyata. Atmosfer pabrik yang kotor dan kusam sukses membangun ketegangan tanpa kejutan mendadak. Monster sesungguhnya lahir dari keserakahan, kekuasaan, dan sistem yang mengabaikan nilai kemanusiaan. Ini adalah horor atmosferik yang sangat mengesankan.

Monster Pabrik Rambut tampil dengan atmosfer pabrik yang pengap, desain produksi uncanny, dan elemen fantasi segar meski kadang over-the-top. Akting utama solid, keberanian bereksperimen patut diacungi jempol. Klimaks emosional dan absurd menohok realitas kerja. Bukan horor konvensional, tapi sangat direkomendasikan buat pencari kritik sosial lewat genre horor.

Monster Pabrik Rambut menyajikan kritik sosial penuh simbol lewat horor dan fantasi absurd yang kadang mengganggu. Tema eksploitasi pekerja dibungkus metafora rambut menjalar dan kerasukan. Visualnya kuat, akting Rachel Amanda menonjol, tapi lapisan simbolisme tebal membuat beberapa pesan tenggelam. Film ini unik, penuh teka-teki, tapi tak mudah dinikmati.

Monster Pabrik Rambut menghadirkan horor tanpa mengandalkan jumpscare, lebih menonjolkan atmosfer mencekam dunia kerja dan kritik sosial. Premis segar, tapi estetika retro dan beberapa pilihan kreatif terasa kurang konsisten, serta karakter Maryati membingungkan. Banyak adegan gore intens, jelas bukan tontonan untuk anak-anak. Cocok untuk penonton yang cari horor berbeda.

Terakhir Dilihat