Darso (Marthino Lio), seorang pengamen jalanan yang beraksi di balik kostum Badut Gendong, kehilangan harapan akan hidup lebih baik setelah istrinya, Darsi (Dayinta Melira), yang tengah hamil, menjadi korban keganasan preman sampai nyawanya dan janin mereka melayang. Dalam duka mendalam, Darso membawa jenazah Darsi dalam bonekanya dan pulang ke kampung halaman, namun ia mendapati desa tersebut berada dalam kekacauan akibat ulah pengembang jahat. Perayaan desa berubah menjadi kerusuhan setelah dukun desa merapalkan kutukan, memanggil entitas penuh dendam. Tanpa sadar, Darso terjebak dalam kekuatan gelap yang bersumber dari orang terkasihnya.
sebagai Mbah Kaum
sebagai Billy
sebagai Lik Badrun
sebagai Arini
sebagai Andul
sebagai Darsi
sebagai Jamil
sebagai Darso
sebagai Yu Tini
sebagai Ki Kamboja
Badut Gendong menghadirkan antihero dari ketidakberdayaan dan kemarahan, namun karakter Darso yang pasif bikin frustrasi dan susah disukai. Motivasi serta batasan kekuatan jahat badut gendong kurang jelas, korban pembunuhan pun acak tanpa alasan kuat. Visual memikat, elemen budaya segar, tapi banyak logika janggal dan karakter pendukung kurang tergali.
Badut Gendong lebih menonjolkan drama ketimbang action-horror, dengan porsi aksi dan horor yang minim. Karakter Darso dibangun kuat, meski perjalanan batinnya belum tergali maksimal. Marthino Lio tampil apik, sementara beberapa aktor lain terasa kurang menonjol. Visual dan atmosfer kelam jadi nilai plus, meski sisi aksi masih kurang memuaskan.
Belum ada ulasan dari pengguna.