Meningkatnya kasus pembajakan kapal di Selat Malaka menarik perhatian dunia, sehingga Letkol Taufiq (Donny Alamsyah) yang tengah bertugas di Eropa dengan KRI Dewa Ruci dipanggil kembali ke Indonesia. Ia ditunjuk untuk memimpin patroli menjaga perairan Selat Malaka sebagai komandan KRI Karel Satsuitubun (KRI KST 356). Para prajurit dan awak terpilih bersiap menjalankan misi penting ini. Ketegangan memuncak saat kapal tanker MT Pematang milik Pertamina dibajak oleh kelompok perompak Jalaludin (Rifky Balweel). Para prajurit dihadapkan pada pilihan sulit antara keluarga atau tugas negara.
sebagai ...
sebagai ...
sebagai Kasal
sebagai KLK Reno
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
sebagai Jalaludin, pemimpin perompak
sebagai Kol Taufiq
sebagai ...
sebagai ...
sebagai Wakasal
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
Premisnya segar, mengangkat kiprah TNI AL yang jarang muncul dengan visual KRI yang gagah. Sayang, tensi cerita sering pupus oleh drama kepanjangan dan humor kering. Eksekusinya kurang bernyawa dan datar, mulai dari dialog hingga karakter. Naskah tidak solid membuat momen klimaks serta aksi heroiknya terasa sangat hambar, tanpa nyawa dan emosi.
Akting para pemeran utama solid, terutama Yama Carlos yang tampil penuh ketegangan batin tanpa berlebihan. Visual laut epik, adegan action realistis, sound design jernih, dan musik emosional memperkuat atmosfer. Film ini berani mengangkat kisah nasionalisme tanpa terasa menggurui, meski ada dialog ekspositor dan subplot keluarga yang klise.
Belum ada ulasan dari pengguna.