The Devil Wears Prada 2

The Devil Wears Prada 2

Nilai Kritikus
87 /100
4 Kritikus
Nilai Pengguna
6.9 /10
40 Pengguna
Rating Kamu
Beri Nilai

Ikhtisar

Miranda Priestly menghadapi tantangan besar dalam kariernya saat industri majalah tradisional mulai menurun. Di tengah situasi sulit ini, ia harus bersaing dengan Emily Charlton, mantan asistennya yang kini telah menjabat sebagai eksekutif penting di sebuah grup barang mewah. Emily mengendalikan aliran dana iklan yang sangat dibutuhkan Miranda demi kelangsungan majalahnya.

Sutradara

David Frankel

Link Nonton

Loading
The Devil Wears Prada 2 | Official Trailer
The Devil Wears Prada 2 | Official Trailer

01:40

12 April 2026

Vincent De Paul

sebagai Runway Magazine staff

Nyajuok Kueth

sebagai Super Model

Mckenna Davis

sebagai Model

Stanley Tucci

sebagai Nigel

Caleb Hearon

sebagai ...

Holden Goodman

sebagai Irv's Grandchild

Larry Mitchell

sebagai Mack

Michael Sabanos

sebagai Journalist

Attila Abuk

sebagai Party Guest

Rachel Bloom

sebagai ...

Jonathan Noah Esposito

sebagai Bubby's Patron

Matthew Heister

sebagai Journalist

Kim Exum

sebagai Anya

Simone Ashley

sebagai Amari

Emily Blunt

sebagai Emily

John Fiduccia

sebagai Photographer

Tom Johnson

sebagai Chauffeur

Helen J Shen

sebagai ...

The Devil Wears Prada 2 bukan sekadar reuni, tapi jadi contoh sekuel yang matang, penuh passion, dengan pengembangan karakter manusiawi dan relevan. Frankel dan McKenna sukses membawa vibe baru tanpa kehilangan glamor dunia fashion. Kuartet Streep, Hathaway, Blunt, Tucci tampil solid, bahkan ekspektasi tinggi penonton pun terlampaui.

The Devil Wears Prada 2 tampil beda, tak sekadar sekuel numpang lewat. Fokus kisah beralih dari fesyen ke isu PHK, digitalisasi, dan AI, menjadikannya relevan dengan zaman sekarang. Parade bintang dan cameo jadi daya tarik utama, sementara editing tetap jadi kekuatan. Cerita lebih dewasa, berani, dan menawarkan solusi konvensional di tengah era digital.

The Devil Wears Prada 2 merangkai perjalanan karier Andy, Emily, dan Miranda dengan relevan terhadap perubahan industri media dan dinamika kekuasaan. Alur narasi elegan, isu-isu besar disisipkan mulus, karakter baru memberi warna segar. Film ini sukses menghormati profesi jurnalis dan menyoroti pentingnya legacy dan loyalitas di era digital.

Akting Meryl Streep dan Anne Hathaway tetap natural dengan chemistry terjaga. Visualnya stylish dan nostalgic, mengangkat isu pergeseran media ke era digital yang relevan. Sayangnya, ide besar ini tidak digarap maksimal; eksekusinya kurang menggigit dengan konflik yang terlalu aman. Tetap mewah dan menghibur buat pelepas rindu, meski belum seikonik film pertamanya.

Terakhir Dilihat