Vahid, seorang montir mobil asal Azerbaijan, pernah dipenjara oleh otoritas Iran. Selama masa hukumannya, ia diinterogasi dalam keadaan mata tertutup. Suatu hari, seorang pria bernama Eghbal datang ke bengkelnya. Kaki palsu Eghbal yang berbunyi membuat Vahid curiga bahwa ia mengenali pria itu sebagai salah satu penyiksanya di masa lalu.
sebagai Golrokh
sebagai Vahid
sebagai Salar
sebagai Eghbal's Wife
sebagai Eghbal
sebagai Eghbal's Daughter
sebagai Shiva
sebagai Hamid
sebagai Ali
Efisien, efektif, dan sangat fokus, It Was Just an Accident menyajikan cerita sederhana namun padat lewat dialog kasual dan dinamika kelompok yang intens. Konflik, emosi, dan trauma tersaji tanpa efek berlebihan, diperkuat akting solid terutama dalam adegan one take. Film ini pantas diganjar Palme d'Or dan layak jadi kandidat Oscar.
Eksplorasi balas dendam lewat derit kaki palsu yang bikin paranoid. Visual minimalisnya klaustrofobik parah. Meski pacing tengah agak loyo dan akting sesekali kaku, ending-nya pukulan telak yang tak terlupakan. Masterpiece cerdas soal siklus kekerasan yang wajib tonton, provokatif, dan sangat relevan bagi kemanusiaan.
It Was Just an Accident merupakan thriller moral yang cerdas secara konseptual, namun pendekatan asketik, dialog minimalis, dan pacing yang lambat membuatnya kekurangan ketajaman dramatik serta kedalaman emosional.
Belum ada ulasan dari pengguna.