Di masa depan, seorang detektif diadili dengan tuduhan membunuh istrinya. Ia hanya memiliki waktu 90 menit untuk membuktikan dirinya tidak bersalah di hadapan Hakim A.I. canggih yang dulu pernah ia dukung, sebelum nasibnya diputuskan.
sebagai Journalist
sebagai ...
sebagai ...
sebagai Sheriff Deputy
sebagai Officer Jacobs
sebagai ...
sebagai ...
sebagai Volunteer
sebagai Governor
sebagai ...
sebagai Nicole's Father
sebagai Young Britt
sebagai ...
sebagai Bill Peterson
sebagai Mercy Chair Victim #2
sebagai Dan Vogel
sebagai ...
sebagai Molly
sebagai ...
sebagai ...
Mercy merangkai cerita lewat sudut pandang kamera yang beragam tanpa terasa gimmick, membuat penonton terlibat aktif membongkar kasus. Ketegangannya dibangun dari potongan informasi, bukan aksi bombastis. Rebecca Ferguson tampil dingin sebagai hakim AI, menguatkan kritik soal dominasi logika mesin atas emosi manusia. Mercy tajam mempertanyakan kepercayaan kita pada AI.
Premis cerdas Mercy dan ketegangan awalnya sukses membangun rasa ingin tahu, didukung performa dingin Rebecca Ferguson sebagai AI. Namun, akting Chris Pratt kurang menggugah, babak akhir film terjebak aksi absurd dan ending klise, membuat potensi besarnya tak tergali dan hanya jadi hiburan cepat penggemar thriller teknologi.
Mercy menggabungkan aksi nonstop, investigasi solid, dan chemistry apik antara Pratt dan Ferguson, menghasilkan tontonan menghibur yang relevan dengan isu AI masa kini. Meski kisahnya bukan hal baru, eksekusinya segar dan intens, serta mampu menjaga ketegangan hingga akhir. Mercy sukses sebagai thriller aksi sci-fi yang aktual dan menghibur.
Belum ada ulasan dari pengguna.