Sisters Nora dan Agnes kembali bertemu dengan ayah mereka yang telah lama terpisah, Gustav, seorang sutradara karismatik yang dulunya terkenal. Gustav menawarkan kepada Nora, seorang aktris panggung berbakat, peran utama dalam film yang ia harapkan akan menjadi ajang kebangkitannya. Namun, ketika Nora menolak tawaran itu, ia terkejut saat mengetahui peran tersebut diberikan kepada seorang bintang muda Hollywood yang ambisius. Kini, Nora dan Agnes harus menghadapi kerumitan hubungan mereka dengan sang ayah, sekaligus menyesuaikan diri dengan kehadiran bintang Amerika yang tiba-tiba masuk ke dalam dinamika keluarga mereka yang sudah kompleks.
sebagai Nora Borg (Child)
sebagai Gustav Borg (Young Adult)
sebagai Nathalie's Assistant
sebagai Thea
sebagai Nathalie
sebagai Edvard Irgens
sebagai Actor (Theatre)
sebagai Rachel's Bodyguard
sebagai Karin Irgens (Child)
sebagai Actor (Theatre)
sebagai Jakob
sebagai Edith Irgens (Child)
sebagai Archivist
sebagai Young Karin's Friend
sebagai Nurse
sebagai Christophe
sebagai Rachel Kemp
sebagai Stage Manager (Theatre)
sebagai Kamilla
sebagai Lillian
Sentimental Value hadir sebagai drama keluarga yang ringan namun berkelas, dengan eksposisi karakter dan konflik ayah-anak yang dalam dan menyentuh. Visual dan naskahnya bersinergi sempurna, didukung akting memukau Reinsve dan Skarsgård. Masterpiece Trier ini terasa hangat, emosional, dan layak jadi kandidat kuat di ajang penghargaan.
Sentimental Value garapan Joachim Trier menyuguhkan drama keluarga penuh luka lama, sindiran getir, dan humor absurd. Gustav, ayah egois yang hidupnya didedikasikan untuk sinema, justru memperparah luka anak-anaknya lewat proyek film pribadi. Akhirnya memang agak lunak, tapi keseluruhan film tetap terasa tajam dan wajib ditonton pecinta drama keluarga kompleks.
Sentimental Value menggambarkan berantakannya proses memaafkan ayah lewat melankolia yang sunyi dan menusuk. Akting rapuh Renate Reinsve menyatu dalam visual intim dan narasi dongeng pilu. Meski ada ganjalan moral atas ego orang tua yang diwajarkan, sajian filosofis ini tetaplah sebuah masterpiece yang mengakhiri siklus trauma menyakitkan secara tepat di menit-menit terakhir.
Belum ada ulasan dari pengguna.