Panji, yang rela menjual jiwanya pada ilmu hitam demi membalas dendam atas kematian istrinya, kini terjebak dalam belenggu kekuatan gelap yang menguasai dirinya. Niatnya untuk mengakhiri hidup kandas ketika ia menyadari raganya telah dikuasai ilmu hitam tersebut. Dalam keputusasaan dan perjalanan tanpa tujuan, Panji bertemu seorang pendekar tua misterius yang memintanya membantu mengejar seorang bandit kejam. Bandit itu telah merebut pusaka sakti yang diyakini mampu memusnahkan kuasa ilmu hitam. Tawaran itu membawa Panji ke dalam pusaran konflik antara dua kerajaan yang berseteru dan menjerumuskannya dalam perang panjang penuh intrik dan pengkhianatan. Dalam perjalanannya, Panji perlahan mengungkap kebenaran pahit tentang masa lalunya yang kelam, memaksanya menghadapi takdir dan memilih antara membalaskan dendam atau menebus dosa-dosanya.
sebagai Nagamas
sebagai Panglima Wirabaya
sebagai Lembu Giri
sebagai Bramantya
sebagai Gantari
sebagai Kakak pertama
sebagai Kalawereng
sebagai Kuwuk
sebagai Panji Tengkorak
sebagai Murni
Keberanian visual Panji Tengkorak patut diacungi jempol, meski nuansa animasinya mengingatkan pada Spider Verse. Detail animasi memanjakan mata, tapi penempatan lagu kadang janggal dan mengganggu tensi. Flashback kurang padat, beberapa karakter kurang digali. Tetap, animasi Indonesia akhirnya berani tampil beda di genre action.
Panji Tengkorak menghadirkan cerita antihero lokal dengan tone gelap dan visual 2D realistis, tapi narasinya berantakan karena alur maju-mundur dan terlalu banyak karakter. Emosi dan latar kurang tergali, scoring musik sering mengganggu. Meski jauh dari sempurna, film ini layak diapresiasi sebagai langkah berani animasi Indonesia.
Belum ada ulasan dari pengguna.