Tinggal Meninggal menawarkan orisinalitas lewat dark comedy dan breaking the fourth wall yang efektif, didukung akting kuat Omara Esteghlal. Meski beberapa momen terasa repetitif atau terlalu gelap, film ini berani dan relevan dalam mengangkat isu kebutuhan validasi dan kesepian.
Affandi Abdul Rachman menghidupkan kembali film horor 2008 dengan sentuhan modern melalui atmosfer yang mencekam, visual dan sound design solid, serta akting kuat, meskipun beberapa jumpscare terasa klise dan endingnya terburu-buru.
The Bad Guys 2 punya chemistry karakter yang solid, visual animasi lebih tajam dan kreatif, humor yang cerdas untuk segala usia, serta pesan moral yang efektif, namun plot terasa familier dan inovasi cerita terbatas bagi penonton yang mengharapkan sesuatu yang benar-benar baru.
Siccin 8 sukses menghadirkan atmosfer horor dan nuansa mistis yang khas, namun plotnya terasa berputar-putar dan membingungkan, dengan karakter kurang berkembang serta jump scare dan efek visual yang kadang berlebihan.
Avatar: Fire and Ash menawarkan visual spektakuler dan teknologi canggih yang mengesankan, namun kisahnya terlalu repetitif, mengalami kelelahan naratif, dan kurang inovasi, sehingga unsur teknis luar biasa tidak diimbangi pengembangan cerita yang memadai.
Qorin 2 membangun atmosfer horor yang efektif lewat sinematografi dan sound design, didukung akting emosional Fedi Nuril dan Ali Fikry; namun, ending antiklimaks, penjelasan aspek supranatural minim, serta kekerasan grafis berlebih jadi titik lemah film ini.
Qorin 2 tampil berani sebagai standalone sequel dengan tema bullying yang relevan dan visual kekerasan yang intens, namun kedalaman karakter dan konsep qorin terasa dangkal, alur repetitif, serta lebih menonjolkan horor manusia ketimbang supranaturalnya.
Mama: Pesan dari Neraka menghadirkan horor segar dengan perpaduan psikologis, misteri keluarga, dan nuansa digital masa kini. Akting kuat Callista Arum serta Nova Eliza menonjol, sound dan visual efektif, menjadikan film ini lebih menegangkan daripada horor Indonesia biasa.
Sukma memadukan horor psikologis, drama keluarga, dan isu sosial tentang obsesi kecantikan dengan akting kuat Luna Maya dan Christine Hakim, visual efektif, serta pesan reflektif, meski beberapa plot twist mudah ditebak dan pacing pertengahan terasa lambat.
Gereja Setan menonjol berkat pendekatan horor psikologis dan spiritual yang autentik, didukung akting kuat Mongol Stres dan Kathleen Carolyne, atmosfer mencekam, serta pesan moral jelas, meski ada pacing lambat di awal dan tema sekte yang berpotensi kontroversial.