Ulasan Kritik

Jurassic World: Rebirth tampil gelap dan intens, visual CGI-nya luar biasa, aksi dinosaurusnya bikin jantungan, dan Scarlett Johansson tampil keren. Sayang, alur tengah film terasa lambat, karakter pendukung kurang dieksplorasi, serta naskah kadang bertele-tele. Tetap jadi tontonan seru buat nostalgia.

Sentimental Value garapan Joachim Trier menyuguhkan drama keluarga penuh luka lama, sindiran getir, dan humor absurd. Gustav, ayah egois yang hidupnya didedikasikan untuk sinema, justru memperparah luka anak-anaknya lewat proyek film pribadi. Akhirnya memang agak lunak, tapi keseluruhan film tetap terasa tajam dan wajib ditonton pecinta drama keluarga kompleks.

Sihir Pelakor berhasil mengemas kisah horor keluarga yang diadaptasi dari kisah nyata jadi tontonan yang nguras emosi dan bikin merinding. Akting Neona Ayu dan Asmara Abigail jadi poin utama yang bikin gregetan. Meskipun sempat terasa lambat di tengah, bagian akhirnya intens dan penuh pesan soal dampak perselingkuhan. Wajib masuk watchlist!

Sun Children menyajikan potret brutal kehidupan anak jalanan Tehran lewat akting luar biasa Rouhollah Zamani dan arahan naturalis Majidi. Kritik tajam terhadap eksploitasi anak, simbolisme visual yang kuat, dan emosi autentik jadi kekuatan utama. Meski ada adegan lambat dan plot sederhana, film ini tetap menyentuh dan relevan bagi penonton Indonesia.

Dead Man’s Wire tampil sebagai thriller kriminal dengan nuansa 70-an yang kental, akting Skarsgård sangat memukau, dan kritik sosial anti-kapitalis yang relevan meski agak dangkal. Editing rapat, sinematografi claustrophobic, dan skor dramatis. Kelemahan utama: karakter utama shallow dan pesan media kurang dalam. Tetap, ini tontonan genre yang sukses dan menghibur.

Na Willa menawarkan cerita hangat tentang dunia anak dengan sudut pandang jujur dan polos, visual lembut penuh nostalgia, serta akting alami Luisa Adreena. Sayangnya, minimnya dialek Surabaya dan alur lambat membuat suasana kurang hidup dan bisa terasa membosankan. Tetap, film ini sederhana, penuh makna, cocok untuk tontonan keluarga.

Nuremberg menyajikan duel psikologis menegangkan antara Kelley dan Göring, didukung akting luar biasa Russell Crowe dan Rami Malek. Sinematografi gelap dan desain produksi detail memperkuat atmosfer. Pacing lambat dan fokus pada pelaku membuat kisah terasa berat di tengah, namun film ini tetap cerdas, mendalam, dan relevan tanpa sensasionalisme murahan.

Na Willa menawarkan slice-of-life autentik berlatar Surabaya 60-an dengan visual cerah dan detail nostalgia. Akting Luisa Adreena sebagai Willa luar biasa alami, didukung chemistry hangat para pemeran lain. Musik era 60-an dan tema keberagaman diramu manis. Cerita sederhana, tanpa twist, justru jadi kekuatan.

Visual ciamik, suasana mencekam, dan adegan gore yang brutal jadi kekuatan utama Pusaka. Akting solid, jumpscare pas, dan audio mendukung ketegangan. Sayangnya, pengembangan karakter lemah, beberapa keputusan karakter bikin geregetan, endingnya nanggung, dan efek CGI kadang kaku. Cocok buat pecinta horor berdarah, kurang sreg buat yang cari cerita mendalam.

Doti: Tumbal Ilmu Hitam tampil beda lewat horor bernuansa Sulawesi yang otentik, cerita terinspirasi kisah nyata, dan atmosfer mencekam tanpa jumpscare berlebihan. Pemeran utama solid, latar terasa hidup, dan pesan moral terselip tanpa menggurui. Meski dialog kadang kaku dan beberapa bagian lambat, film ini tetap layak masuk watchlist.

Showing 131 to 140 of 176 entries

Terakhir Dilihat