Lima tahun setelah peristiwa Jurassic World: Dominion (2022), sebuah ekspedisi menembus wilayah ekuator yang terisolasi demi mengekstraksi DNA dari tiga makhluk prasejarah raksasa. Berbekal tekad dan teknologi mutakhir, tim ilmuwan ini menghadapi tantangan alam liar dan bahaya tak terduga, semua demi satu tujuan monumental: membuka pintu bagi terobosan medis yang dapat mengubah masa depan manusia.
sebagai Reuben Delgado
sebagai Dr. Henry Loomis
sebagai LeClerc
sebagai Williams
sebagai Duncan Kincaid
sebagai Brooklyn Pedestrian
sebagai Martin Krebs
sebagai Zora Bennett
Jurassic World: Rebirth tampil gelap dan intens, visual CGI-nya luar biasa, aksi dinosaurusnya bikin jantungan, dan Scarlett Johansson tampil keren. Sayang, alur tengah film terasa lambat, karakter pendukung kurang dieksplorasi, serta naskah kadang bertele-tele. Tetap jadi tontonan seru buat nostalgia.
Jurassic World: Rebirth hadir sebagai napas segar dengan atmosfer mencekam dan visual mahakarya. Meski subplot keluarga terasa klise dan desain Distortus Rex terlalu “alien”, tensi aksi dan pesan moralnya tetap juara. Inilah titik balik positif franchise yang sukses mengembalikan keajaiban dinosaurus dalam paket dewasa penuh adrenalin. Tontonan blockbuster yang memuaskan dan spektakuler.
Meskipun menghibur lewat nostalgia dan performa solid para aktor utama, naskah David Koepp terasa bertele-tele, terlalu rumit, dan memuat karakter tak penting, menjadikan film ini sekadar produk bisnis yang tak mampu menggantikan kesan orisinal Jurassic Park.
Nonton film ini tuh bener-bener kayak dapet kejutan seru yang nggak disangka-sangka! Kelihatan banget para pemainnya juga nikmatin banget proses syutingnya, jadi aura fun-nya nular ke penonton. Nostalgia masa kecil langsung kebangkit, apalagi liat ada dinosaurus berkeliaran kayak beneran—siapa sih yang nggak pengen ngerasain sensasi itu?
Awalnya gue mikir, "Yah, palingan gitu-gitu lagi kayak film dinosaurus lain," tapi ternyata film ini bisa banget ngubah pikiran gue. Seru, menghibur, beneran bikin percaya sama keajaiban film. Coba deh tonton, pasti lo juga bakal menikmati petualangannya!
Film ini bener-bener cuma usaha buat nguras duit terakhir dari franchise-nya, nggak ada niat ngasih sesuatu yang fresh. Cerita tentara sok jago yang ngeremehin ilmuwan, terus akhirnya jadi korban—udah basi banget, bro. Naskahnya males-malesan, keliatan para aktor utamanya juga main seadanya, cuma ngejar honor doang.
Sayang banget, padahal jajaran pemainnya lumayan keren. Andai aja studio mau berhenti ngacak-ngacak film legendaris dan mulai bikin sesuatu yang baru, pasti lebih asik!
Film ini benar-benar mengecewakan di segala aspek. Para aktornya tampil tanpa semangat dan gagal memberikan penampilan yang meyakinkan, sementara alur ceritanya terasa lemah dan tidak menawarkan kejutan apapun. Upaya memasukkan unsur 'keluarga' terkesan dipaksakan, tanpa memberikan kontribusi berarti pada narasi utama.
Visual efeknya pun jauh dari kata memuaskan, memperburuk pengalaman menonton yang sudah lesu dari awal. Sulit dipercaya film ini lahir dari tangan seorang penulis naskah berpengalaman. Setelah dua film sebelumnya yang juga mengecewakan, harapan untuk kebangkitan franchise ini pun pupus, dan kritikan keras kepada studio pembuatnya terasa sepenuhnya layak.