Dr. Kelson terjebak dalam hubungan baru yang mengejutkan, dengan konsekuensi yang berpotensi mengubah dunia seperti yang mereka kenal. Sementara itu, pertemuan Spike dengan Jimmy Crystal berubah menjadi mimpi buruk yang tak bisa ia hindari.
sebagai Jimmy Jimmy
sebagai Sir Jimmy Crystal
sebagai Jimmy Jones
sebagai Jimmy Fox
sebagai Jimmima
sebagai Grandfather
sebagai Spike
sebagai Jimmy Snake
sebagai Dr. Kelson
sebagai Jimmy Ink
sebagai Husband
sebagai Samson
sebagai Tom
sebagai Natalie Williams Ticket Inspector
The Bone Temple berhasil menjadi penyempurna seri sebelumnya lewat kedalaman cerita yang brutal. Chemistry antara Kelson dan Samson menjadi segmen terbaik yang memberikan sentuhan manusiawi pada zombi, kontras dengan kesadisan manusia. Didukung performa beringas O’Connel dan karisma Ralph Fiennes, film ini sukses mengeksplorasi tema chaos dan menjadi yang terbaik di ranah subgenrenya sejauh ini.
Duel akting Ralph Fiennes dan Jack O’Connell benar-benar menghidupkan film, didukung para aktor muda yang tak kalah kuat. DaCosta membawa nuansa segar dan penuh harapan, bukan sekadar horor brutal. Musiknya fenomenal, bikin ikut bergoyang. Meski plot hole masih ada, The Bone Temple sangat direkomendasikan dan bakal jadi favorit tahun ini.
Visual Bone Temple emang juara, apalagi akting Ralph Fiennes yang nggak perlu diraguin lagi. Dark comedy-nya seger dan horornya berasa. Tapi sayangnya, film ini terlalu sibuk mikirin estetika dan filosofi sampai lupa kasih aksi zombie yang seru. Alurnya kadang bertele-tele karena banyak karakter yang nggak berkembang dan cerita yang gantung demi film selanjutnya. Buat yang nggak suka adegan terlalu sadis atau vulgar, mungkin bakal ngerasa nggak nyaman. Bagus buat dinikmati visualnya, tapi secara keseluruhan kurang bikin puas.
Kecewa banget sama seri 28 Years Later yang ini. Ceritanya bertele-tele cuma buat ngejelasin ending film sebelumnya. Zombienya dikit, aksinya kurang, dan musuh bertema satanisnya malah bikin ngantuk. Ini bener-bener seri terlemah sejauh ini. Kalau bukan karena ending-nya yang kasih harapan buat film ketiga, film ini udah bisa dibilang gagal total. Jangan kemakan hype sutradara Marvel-nya deh, film ini nggak sekeren itu.
Kalau kalian suka horor post-apocalyptic yang brutal, 28 Years Later: The Bone Temple nggak boleh dilewatkan. Film ini mengisahkan bentrokan antara usaha medis Ralph untuk menyembuhkan kaum terinfeksi dengan fanatisme sekte pimpinan Jack yang nyentrik (di mana semua anak buahnya dipanggil "Jimmy").
Eskalasi konfliknya luar biasa, penuh adegan aksi yang mentah dan efek spesial yang memukau. Ada sentuhan musik Iron Maiden yang bikin suasana makin hidup, dan tentu saja, cameo Cillian Murphy sebagai penghubung ke cerita masa depan. Sangat layak masuk daftar koleksi film horor tahun ini!