Samira (Shaloom Razade) dan keluarga besar Djoyodiredjo, pengusaha gula di era 1980-an, dikejutkan oleh kabar kematian mendadak Sara (Shaloom Razade), saudara kembar Samira. Samira segera pulang ke rumah Opa Hendra Djoyodiredjo (Piet Pagau). Berbeda dengan Sara yang akrab dengan keluarga, Samira memilih menjauh karena lelah dengan tuntutan kesempurnaan dan konflik warisan di antara para istri Ari (Baim Wong), satu-satunya putra Opa Hendra. Di rumah besar itu, Opa Hendra tinggal bersama Lily (Janna Soekasah), suaminya Baskara (Hamish Daud), Lana (Amanda Gratiana), Layla (Wulan Guritno), dan Sena (Farhan Rasyid). Pada malam yasinan pertama, teror mengerikan terjadi, mengungkap rahasia kelam keluarga Opa Hendra.
sebagai Sena
sebagai Samira/Sara
sebagai ...
sebagai Ari
sebagai ...
sebagai Lana
sebagai Layla
sebagai Lily
sebagai Baskara
sebagai Hendra Djoyodiredjo
sebagai ...
Malam 3 Yasinan menjanjikan secara premis, namun gagal karena narasi bertele-tele dan karakter yang lemah. Wulan Guritno menjadi satu-satunya yang menggendong film ini di tengah logika cerita dan kontinuitas yang berantakan. Plot twist-nya mudah ditebak dan ending-nya terasa menggurui. Eksekusinya masih menjadi pekerjaan rumah besar karena hanya menyajikan horor standar yang bermain di wilayah aman.
Penampilan pemain timpang dengan reaksi datar di momen krusial, meski Wulan Guritno tampil meyakinkan. Unsur horornya kurang menggigit dan mudah ditebak karena lebih menonjolkan drama keluarga. Build up tensinya rapi, tapi klimaksnya kurang nendang karena terlalu lama menunggu. Film ini akhirnya hanya menjadi tontonan drama horor ringan yang kurang membekas kengeriannya.
Belum ada ulasan dari pengguna.