Aksi brutal, tata rias, dan efek zombi dalam Abadi Nan Jaya tampil meyakinkan, visualnya mapan, bahkan setara film luar. Namun, naskahnya amburadul, penuh logika ngawur, dan aksi konyol yang bikin gregetan. Film ini bukti kemampuan teknis Kimo, tapi kelemahan cerita tetap jadi penyakit kronis film horor Indonesia.
Abadi Nan Jaya jadi comeback Kimo Stamboel yang membelalak mata. Riasan detail dan aksi zombi 'warlok' bersarung ini sungguh gahar, selevel Train to Busan. Sayangnya, nalar ilmiah jamu pembawa bala dan logika ceritanya payah serta mengesalkan. Meski visualnya kelas wahid, cacat logika naskah bikin resolusinya kurang memuaskan.
Abadi Nan Jaya menawarkan pendekatan zombie yang segar lewat latar desa dan mitologi jamu, dibalut gore khas Kimo Stamboel dan kritik halus terhadap modernitas serta keserakahan manusia. Meski idenya kuat dan atmosfernya efektif, karakter yang dangkal dan dramaturgi yang belum matang membuat potensinya belum sepenuhnya tergali.