Saat Yamada Kanzuke dari Kepolisian Prefektur Nagano mengejar seorang “pria” di pegunungan bersalju Yatsugatake, penglihatannya tiba-tiba terhalangi bayangan sosok misterius. Dalam sekejap, “pria” tersebut menembakkan proyektil seperti suar, menyebabkan Kanzuke kehilangan penglihatan di satu mata akibat cahaya menyilaukan. Tak lama kemudian, gempa besar memicu longsoran salju yang menguburnya hidup-hidup.
Sepuluh bulan berlalu. Setelah menerima laporan penyerangan terhadap seorang peneliti di Stasiun Tenma Observatorium Astronomi Nasional Nagano, Yui Uehara segera menuju lokasi bersalju itu, di mana Kanzuke—secara ajaib selamat dari longsoran—ditemukan masih hidup. Di bawah bayang-bayang antena parabola raksasa observatorium, Kanzuke yang kini buta sebelah mulai merasakan nyeri hebat dan aneh pada matanya yang terluka.
Malam harinya, sebuah panggilan masuk ke Kantor Detektif Mori dari pria bernama “Wani” (Buaya), mantan polisi sekaligus rekan lama Kogoro Mori. Wani mengaku tengah menyelidiki insiden longsoran yang melibatkan Kanzuke, dan di berkas kasus itu tercantum nama Kogoro Mouri. Bersama Conan, Kogoro menuju lokasi pertemuan yang telah disepakati dengan Kanzuke dan Wani. Namun, ketika mereka mendekat, suara tembakan tiba-tiba menggema di udara.
sebagai Yuuya Kazami
sebagai Takaaki Morofushi
sebagai Ai Haibara
sebagai Kouji Sametani
sebagai Hyoue Kuroda
sebagai Yui Uehara
sebagai Kogoro Mori
sebagai Kansuke Yamato
sebagai Tooru Amuro
sebagai Conan Edogawa
sebagai Takeshi Ootomo
sebagai Ran Mori
sebagai Madoka Tsuburai
Detective Conan The Movie: One-Eyed Flashback bukan film terbaik di franchise, tapi paling berkesan secara emosional. Misteri klasik bercampur aksi dan drama penyesalan, sorotan besar pada Kogoro, animasi pegunungan memukau, soundtrack intens. Kekurangan ada di pacing lambat dan twist pelaku yang kurang orisinal. Tetap wajib tonton, terutama buat fans lama.
Belum ada ulasan dari pengguna.