Setelah kematian suaminya yang penuh misteri, Lastini (Luna Maya) yakin bahwa penyakit putrinya, Arum (Saskia Chadwick), bukan sekadar gangguan biasa, melainkan tubuh Arum dirasuki oleh sosok lain yang mengancam nyawanya. Lastini menemukan fakta penting: ia harus menyembuhkan Arum sebelum ulang tahun putrinya yang jatuh di tahun kabisat tiba. Dengan waktu hanya tersisa lima hari, Lastini bersama dua anaknya, Lia (Taskya Namya) dan Rama (Raffan Al Aryan), memulai perjalanan menegangkan menyusuri Pulau Jawa. Mereka menemui berbagai dukun dan orang pintar yang dipercaya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan Arum. Namun, perjalanan ini menjadi semakin berat ketika iblis yang menguasai Arum semakin kuat dan berusaha menghalangi upaya penyembuhan. Dalam perjuangan melawan waktu dan kekuatan gelap, Lastini dan keluarganya harus menghadapi ketakutan terdalam demi menyelamatkan Arum.
sebagai Suhanah
sebagai Ki Drajat
sebagai Marsinah
sebagai Rama
sebagai Subagir
sebagai Ranti
sebagai Ki Rustaman
sebagai Surya
sebagai Lastini kecil
sebagai Arum
sebagai Lastini
sebagai Djatmiko
sebagai Ida
sebagai Ruhannah
sebagai Lia
sebagai Subagir muda
Plotnya klise, hanya muter-muter perkara dukun dan kesurupan dengan logika cerita yang hancur lebur. Editing berantakan, jumpscare murahan, dan scoring dar-der-dor bikin pening. Kehadiran tiga ratu horor tanah air terbuang sia-sia dalam narasi absurd yang tidak menawarkan kebaruan sama sekali. Nihil pesan moral.
Jalan Pulang menawarkan kombinasi intens antara horor psikologis berbalut budaya Jawa dan drama keluarga yang didukung visual autentik serta akting memukau, meskipun memiliki masalah pacing pertengahan yang lambat dan plot yang kurang tergali.
Jalan ceritanya bener-bener gampang ketebak, apalagi buat yang udah sering nonton film horor begini. Kebanyakan jumpscare sampai jadi nggak seram lagi, malah bikin capek. Endingnya juga ngeselin, karakter utamanya membosankan banget.
Banyak adegan yang maksa banget, kayak dipaksain biar dramatis tapi hasilnya malah gak natural. Dari awal sampai akhir isinya cuma teriak dan nangis doang, nggak ada usaha buat cari solusi. Sisi teknis juga kurang rapi, pengambilan gambarnya kadang bikin nggak nyaman diliat.