Meski film ini bukan sekuel langsung, melainkan lanjutan cerita setelah jeda, sensasi chaos yang membuat bagian pertama begitu menarik terasa sedikit berkurang di sini. Mungkin karena absennya Akshaye Khanna. Namun, penampilan Ranveer Singh sebagai Jaskirat sangat solid dan autentik, membuat penonton benar-benar lupa bahwa ia sedang berakting. Pengaruh film ini terhadap tren aksi di sinema India terasa besar, terutama dengan aksi yang realistis, jauh dari gaya berlebihan yang sering terlihat belakangan ini. Pertarungan Hamza dengan teman masa kecil serta puncak aksi antara Arjun Rampal dan Ranveer disajikan dengan mentah dan intens, membuat tegang karena terasa nyata. Aditya Dhar patut diapresiasi karena mengutamakan aksi nyata daripada CGI, membuat suasana film lebih imersif dan intens tanpa perlu diselipi lagu atau romansa yang memecah fokus cerita. Para pemeran pendukung juga bersinar, terutama Rakesh Bedi dan Arjun Rampal yang tampil meyakinkan sebagai penjahat. Walau begitu, penggunaan kekerasan yang ekstrem seperti pemenggalan rasanya terlalu berlebihan dan tidak dibutuhkan untuk membangun ketegangan. Penyisipan lagu lama dan footage asli memberikan sentuhan tersendiri pada narasi. Sederhananya, film ini menawarkan inovasi aksi dan kejutan yang konsisten, dengan beberapa elemen yang mungkin terasa kurang nyaman bagi sebagian penonton.