Setelah putranya, Hamnet, meninggal pada usia sebelas tahun, Agnes Shakespeare dilanda duka yang mendalam. Bersama suaminya, William, mereka berdua berjuang menerima kenyataan rapuhnya hidup dan kejamnya wabah penyakit. Berlatar di Inggris abad ke-16, Agnes yang berprofesi sebagai tabib harus menemukan cara untuk melanjutkan hidup dan tetap merawat anak-anaknya yang lain.
sebagai Ophelia
sebagai Gertrude
sebagai Joan's Boy 1
sebagai Will
sebagai Agnes
sebagai Joan's Boy 2
sebagai Bartholomew
sebagai Joan's Girl 1
sebagai Joan
sebagai Mary
sebagai Eliza
sebagai Richard
sebagai Gilbert
sebagai Edmond
sebagai Young Agnes
sebagai Hamnet
sebagai Midwife
sebagai Priest
sebagai Young Bartholomew
sebagai Flute Player
Hamnet bukan sekadar kisah Shakespeare, tapi lebih pada Agnes Hathaway dan hubungannya dengan alam yang mistis. Sinematografi memukau, akting Jessie Buckley dan Paul Mescal jadi pusat emosi, namun narasi kadang terasa manipulatif dan tidak konsisten. Meski begitu, film ini tetap menyentuh dan layak ditonton, terutama untuk pecinta drama reflektif.
Dua pertiga durasi mungkin kurang menyenangkan karena tempo lambat dan visual gelap, namun komposisinya terukur dengan dialog esensial. Penampilan Jessie Buckley begitu superior dan passionate, mengunci klimaks dahsyat. Hamnet adalah karya terbaik sang sineas dengan segmen akhir paling powerful dalam sejarah genrenya. Mahakarya elegan dan berkelas melalui sentuhan estetik yang gemilang.
Hamnet mengintip tragedi pribadi yang menghancurkan hati di balik kegeniusan Shakespeare. Chloé Zhao mengubah sejarah kaku jadi realitas yang menggugah. Jessie Buckley adalah nyawa utama lewat penampilan emosional yang melampaui akting. Visualnya magis dan tenang, membuktikan kegeniusan lahir dari rasa sakit. Sebuah pengingat jujur bahwa ada harga manusiawi yang harus dibayar di balik setiap mahakarya.
Ini dia film paling membosankan tahun ini. Jangan tertipu sama obrolan orang, film ini nggak layak dapet panggung. Isinya cuma orang ngomong tanpa henti selama dua jam lebih. Kalau kalian berharap ada aksi atau plot yang jalan, mending lupakan aja, keburu tua nungguinnya. Dua bintang buat sinematografinya yang oke, tapi buat ceritanya? Bener-bener nggak banget.