Tahun 1952, Marty Mauser, pemuda New York berusia 23 tahun, selalu memberikan segalanya untuk mengejar ambisi pribadinya, meski sering kali mengorbankan orang di sekitarnya. Ia berselingkuh dengan Rachel, teman masa kecil yang telah menikah, tanpa memikirkan akibatnya. Marty yakin dirinya adalah pemain tenis meja terbaik di dunia, namun tidak mendapatkan dukungan resmi dan belum menghasilkan uang dari keahliannya. Ia ingin membuktikan dirinya demi membanggakan sang ibu, meski kemungkinan besar demi egonya sendiri. Berharap bisa tampil di kejuaraan dunia, Marty mencari bantuan dari Kay Stone, mantan bintang film, dan suaminya Milton Rockwell. Namun, setiap usahanya untuk maju selalu diiringi kemunduran.
sebagai Wembley Finals Umpire
sebagai Pet Store Customer Mom
sebagai Béla Kletzki
sebagai Officer Frank
sebagai Assistant to Kay Stone
sebagai Marty Mauser
sebagai Wally
sebagai Judy
sebagai Wembley Photographer
sebagai Wembley Round 3 Umpire
sebagai Clark
sebagai Mitch
sebagai Merle
sebagai Robert
sebagai Vladimir Sebek
sebagai French Maître D'
sebagai Pet Store Customer Son
sebagai Ted
sebagai Henry the Suitor
sebagai Pawn Shop Leon
Marty Supreme penuh kekacauan, repetitif, dan berkutat pada keputusan impulsif Marty Mauser yang narsis dan ambisius. Aksi Chalamet dan visual Khondji jadi penyelamat di tengah alur yang melelahkan. Untungnya, perkembangan karakter di akhir memberi penutup yang cukup melegakan, menandai sisi humanis bahkan pada karakter paling red flag.
Lupakan kisah inspiratif, Marty Supreme adalah potret anti-hero brutal yang manipulatif dan liar. Chalamet tampil agresif, menampar penonton lewat ambisi individualistik dalam "Uncut Gems" versi ping pong ini. Meski narasi sempat melebar berantakan, kekacauan itulah ceritanya. Visual gelisah dan musik mencekamnya melahirkan pengalaman liar yang melelahkan namun memikat.
Marty Supreme adalah parade kekacauan hidup yang intens, brilian, dan atraktif, dengan karakter utama “edan” dan brutal yang dimainkan luar biasa oleh Chalamet. Plotnya liar, tak terduga, dan nonstop. Substansi kekacauan hidup modern tertuang lewat performa solo Chalamet yang mungkin terbaik sepanjang kariernya. Salah satu kandidat terkuat Oscar tahun ini.
Belum ada ulasan dari pengguna.