Marty Supreme

Marty Supreme

Nilai Kritikus
90 /100
3 Kritikus
Nilai Pengguna
––
Rating Kamu
Beri Nilai

Ikhtisar

Tahun 1952, Marty Mauser, pemuda New York berusia 23 tahun, selalu memberikan segalanya untuk mengejar ambisi pribadinya, meski sering kali mengorbankan orang di sekitarnya. Ia berselingkuh dengan Rachel, teman masa kecil yang telah menikah, tanpa memikirkan akibatnya. Marty yakin dirinya adalah pemain tenis meja terbaik di dunia, namun tidak mendapatkan dukungan resmi dan belum menghasilkan uang dari keahliannya. Ia ingin membuktikan dirinya demi membanggakan sang ibu, meski kemungkinan besar demi egonya sendiri. Berharap bisa tampil di kejuaraan dunia, Marty mencari bantuan dari Kay Stone, mantan bintang film, dan suaminya Milton Rockwell. Namun, setiap usahanya untuk maju selalu diiringi kemunduran.

Link Nonton

Loading
Marty Supreme | Official Trailer HD | A24
Marty Supreme | Official Trailer HD | A24

02:27

17 Februari 2026

Diego Schaaf

sebagai Wembley Finals Umpire

Lizzi Bougatsos

sebagai Pet Store Customer Mom

Brian Sexton

sebagai Rockwell Executive

Géza Röhrig

sebagai Béla Kletzki

Frankie Carbone

sebagai Officer Frank

Tomoki Urabe

sebagai Japanese Challenger #2

Naomi Fry

sebagai Assistant to Kay Stone

Paul Grimstad

sebagai Production Manager

Marinel Tinnirello

sebagai Not Marty's Messenger

John Keating

sebagai Daily Mail Reporter

Timothée Chalamet

sebagai Marty Mauser

Sandra Bernhard

sebagai Judy

Nick Waplington

sebagai Wembley Photographer

Mahadeo Shivraj

sebagai Wembley Round 3 Umpire

Kevin O'Leary

sebagai Milton Rockwell

Jimmy Lindquist

sebagai Halsey Desk Clerk

Brian Marks

sebagai Paramedic

Spenser Granese

sebagai Clark

Rekomendasi

Marty Supreme penuh kekacauan, repetitif, dan berkutat pada keputusan impulsif Marty Mauser yang narsis dan ambisius. Aksi Chalamet dan visual Khondji jadi penyelamat di tengah alur yang melelahkan. Untungnya, perkembangan karakter di akhir memberi penutup yang cukup melegakan, menandai sisi humanis bahkan pada karakter paling red flag.

Lupakan kisah inspiratif, Marty Supreme adalah potret anti-hero brutal yang manipulatif dan liar. Chalamet tampil agresif, menampar penonton lewat ambisi individualistik dalam "Uncut Gems" versi ping pong ini. Meski narasi sempat melebar berantakan, kekacauan itulah ceritanya. Visual gelisah dan musik mencekamnya melahirkan pengalaman liar yang melelahkan namun memikat.

Marty Supreme adalah parade kekacauan hidup yang intens, brilian, dan atraktif, dengan karakter utama “edan” dan brutal yang dimainkan luar biasa oleh Chalamet. Plotnya liar, tak terduga, dan nonstop. Substansi kekacauan hidup modern tertuang lewat performa solo Chalamet yang mungkin terbaik sepanjang kariernya. Salah satu kandidat terkuat Oscar tahun ini.

Terakhir Dilihat