Sebuah kesalahan fatal militer AS menyebabkan senjata pemusnah massal secara tak sengaja diledakkan di lepas pantai Tasmania, yang tampaknya memusnahkan seluruh penduduk pulau itu seketika. Di antara korban diyakini termasuk suami Ava, yang terkena ledakan saat sedang melakukan perjalanan bisnis. Ketika Ava mendengar rumor adanya kemungkinan penyintas, ia terbang dari AS ke Tasmania untuk menjadi relawan dalam tim militer pencarian jenazah, dengan harapan tipis dapat menemukan suaminya masih hidup.
sebagai Soldier
sebagai Young Woman on Bus
sebagai Mitch
sebagai Captain Vance
sebagai Private Clarkson
sebagai Old Man in Chair
sebagai Woman on Bed
sebagai Camper Van Mum
sebagai Nervous Woman on Bus 2
sebagai Smith Twin
sebagai Soldier
sebagai Shed Captive
sebagai Army Personnel
sebagai Riley
sebagai Woman on Plane
sebagai Farm Girl
sebagai Desperate Man
sebagai Shower Man
sebagai Employee of the Month
sebagai Nervous Woman on Bus 1
Simpan ekspektasi aksi zombie ala World War Z. Ini bukan soal membunuh mayat hidup, melainkan mengubur masa lalu yang traumatis. Zombie hanyalah metafora duka yang menolak pergi. Daisy Ridley tampil memukau lewat akting non-verbal yang rapuh namun kuat. Horor introspektif yang melankolis.
We Bury the Dead bukan tontonan zombi reguler yang penuh aksi, melainkan eksplorasi drama bertempo lambat dengan sinematografi menawan. Film ini segar karena mengangkat isu keluarga melalui sisi implisit, meski bukan sesuatu yang luar biasa untuk subgenre zombi. Sensasinya berbeda dan elegan, namun bakal bermasalah bagi penonton yang mencari formula mainstream yang beringas dan brutal.
We Bury The Dead separah itu dan tidak perlu ditonton. Zombie hanya jadi latar belakang yang muncul terlambat, sementara alurnya membosankan hanya berisi evakuasi jenazah tanpa penjelasan kuat. Akting Daisy Ridley sangat hambar dan minim ekspresi. Tanpa latar belakang karakter serta twist yang matang, film ini gagal total. Percayalah, lebih baik simpan uang kalian.
Baru aja nonton We Bury the Dead dan menurutku jelek. Kalau kamu suka The Walking Dead musim terakhir, mungkin bakal suka, tapi aku sendiri nggak tahan nontonnya. Dua film terakhir Daisy Ridley juga mengecewakan. Mending cari tontonan lain aja, masih banyak yang jauh lebih bagus.
Jujur, We Bury The Dead ini agak mengecewakan. Padahal Daisy Ridley mainnya bagus dan premis zombienya udah oke banget. Tapi masalahnya, film ini terlalu fokus ke drama yang dragging dan ngebosenin.
Upaya mereka buat masukin pesan soal "perasaan yang tak tersampaikan" malah bikin horornya jadi hambar. Alurnya berasa stuck dan ending-nya lewat gitu aja tanpa kesan yang kuat. Kalau kalian mau nonton, mending tunggu rilis di Netflix atau Disney+ aja daripada rugi tiket bioskop. Idenya bagus, tapi eksekusinya kurang matang.
Film ini terasa seperti proyek film zombie low-budget dan cerita asal buat. Disepanjang film, zombie muncul sesekali secara acak dan tidak saling berhubungan. Ada beberapa momen yang bagus, tapi keseluruhan cerita terasa tanpa makna. Ketika film hampir habis, gw merasa kecewa karena berharap ada sesuatu yang menarik sebagai penutup. Jika kalian mencari cerita zombie yang menarik, film ini bukan salah satunya.
Awalnya tertarik karena suka film zombie, tapi ternyata oh ternyata. Ceritanya cukup menarik, namun ritme film sangat lambat dan hanya ada beberapa adegan aksi, sisanya membosankan. Berharap siapa tahu diakhir perjalanan ada sesuatu yang menarik, namun gak terjadi apa-apa. Endingnya juga mudah ditebak. Dengan konsep zombie yang berbeda karena mereka dibuat non-agresif, membuat film terasa tidak menegangkan. Kusarankan untuk nonton saat sudah rilis streaming saja, tidak perlu ke bioskop.
We Bury the Dead adalah film horor zombie yang menceritakan seorang wanita mencari suaminya yang hilang, sambil menghadapi duka dan zombie. Awal ceritanya menarik dengan jajaran pemain seperti Daisy Ridley, Mark Coles Smith, dan Brenton Thwaites yang tampil cukup baik. Efek praktis untuk darah dan beberapa adegan zombie terasa meyakinkan. Namun, film ini terasa membosankan karena sebagian besar waktu diisi dengan adegan yang minim aksi dan para tokoh terlihat pasif. Tema zombie hampir tidak mendapat porsi menarik dan tujuan cerita terasa tidak jelas.
Film ini bercerita tentang uji coba senjata militer di Tasmania yang berakhir dengan munculnya zombie, dan para relawan diminta membantu mengatasi situasi sambil membawa motivasi pribadi. Nuansa film ini terasa nyata, terutama dari penampilan para karakter serta efek makeup zombie yang sangat menyeramkan. Adegan-adegan background musik film mampu memperkuat suasana, terutama di bagian awal. Namun, meskipun film tampak berpotensi kuat dengan suasana dan ide cerita yang menarik, sayangnya tidak ada konfrontasi besar atau klimaks yang memuaskan di bagian akhir. Rasanya film ini punya semua unsur yang dibutuhkan untuk menjadikannya film zombie yg bagus, tetapi eksekusinya kurang baik.