Ulasan Kritik

Pemain tampil solid, terutama tribut emosional Babe Cabita dan sindiran savage terhadap mentalitas gila cuan. Meski efek visual pocongnya agak murahan dan plotnya predictable, sinematografi 1970-annya sukses membangun ambiance creepy. Rekomendasi horor komedi yang pas ditonton bareng keluarga, bikin tertawa sekaligus merenung soal obsesi kaya tanpa proses.

Pemeran muda tampil meyakinkan dengan nuansa karakter yang kuat, meski dialog kadang kaku akibat keterbatasan produksi indie. Visual, atmosfer, dan efek praktis patut diacungi jempol. Pacing di tengah lambat, twist meta bisa membingungkan, dan satire kadang kelewat absurd. Namun, Setan Alas! tetap jadi angin segar horor Indonesia.

The Bride! tampil memukau berkat performa liar Jessie Buckley dan chemistry brutal-romantis dengan Christian Bale. Visual hitam-putih dramatis, elemen musikal, serta tema sosial radikal bikin film ini terasa electric dan keren, walau ide-ide berani kadang terasa fragmented dan pacing chaotic. Tetap, ini monster modern yang bold dan layak ditonton.

Sam Rockwell tampil gila dan karismatik sebagai Man from the Future, didukung chemistry kuat dengan Haley Lu Richardson yang jadi jantung emosional film. Ensemble cast hidup dan autentik, disutradarai Verbinski dengan visual Los Angeles yang eye-popping dan sindiran sosial tajam soal AI. Pacing kadang keburu-buru, subplot kurang digarap, tapi tetap delightful dan unhinged.

Tanpa dialog, Robot Dreams menyajikan kisah persahabatan bittersweet antara Dog dan Robot, mengandalkan animasi 2D ekspresif dan soundtrack nostalgia. Visualnya indah, emosinya kuat, tapi bagian tengah agak drag karena urutan mimpi yang repetitif. Film ini heartbreaking sekaligus heartwarming, cocok untuk semua usia, dan benar-benar meninggalkan kesan mendalam.

Good Boy menawarkan horor segar lewat sudut pandang seekor anjing, dengan sinematografi dan sound design menawan, serta performa non-verbal yang kuat. Meski terlalu repetitif dan elemen supranaturalnya agak klise, film ini tetap inovatif dan menyentuh, terutama bagi pencinta anjing dan penikmat horor independen.

Siapa Dia garapan Garin Nugroho jadi angin segar di tengah film horor, drama musikal ini mengajak nostalgia lewat kisah keluarga sepanjang sejarah sinema Indonesia. Narasi non-linear, musikal yang emosional, visual puitis, dan jajaran pemain bintang jadi kekuatan utamanya. Meski awalnya lambat, film ini tribute keren yang layak ditonton.

Jurassic World: Rebirth tampil gelap dan intens, visual CGI-nya luar biasa, aksi dinosaurusnya bikin jantungan, dan Scarlett Johansson tampil keren. Sayang, alur tengah film terasa lambat, karakter pendukung kurang dieksplorasi, serta naskah kadang bertele-tele. Tetap jadi tontonan seru buat nostalgia.

Sihir Pelakor berhasil mengemas kisah horor keluarga yang diadaptasi dari kisah nyata jadi tontonan yang nguras emosi dan bikin merinding. Akting Neona Ayu dan Asmara Abigail jadi poin utama yang bikin gregetan. Meskipun sempat terasa lambat di tengah, bagian akhirnya intens dan penuh pesan soal dampak perselingkuhan. Wajib masuk watchlist!

Sun Children menyajikan potret brutal kehidupan anak jalanan Tehran lewat akting luar biasa Rouhollah Zamani dan arahan naturalis Majidi. Kritik tajam terhadap eksploitasi anak, simbolisme visual yang kuat, dan emosi autentik jadi kekuatan utama. Meski ada adegan lambat dan plot sederhana, film ini tetap menyentuh dan relevan bagi penonton Indonesia.

Showing 111 to 120 of 160 entries

Terakhir Dilihat