Dua jawara desa, Adang (Joe P Project) dan Asep (Anyun Cadel), bersaing ketat untuk menjadi lurah. Meskipun Adang berhasil memenangkan posisi tersebut, kehidupannya justru terpuruk; ia bangkrut dan ditinggalkan istrinya. Sebaliknya, Asep semakin makmur, bahkan mampu melunasi utang Adang. Dari cerita Ujang (Fico Fachriza), Adang mengetahui bahwa kekayaan Asep diperoleh melalui bantuan dukun Rojan (Candil). Tertarik, Adang meminta Rojan untuk mengungkapkan cara memenangkan judi togel. Rojan setuju setelah Adang menawarkan jabatan wakil lurah kepadanya. Persaingan mereka tidak hanya dalam hal jabatan, tetapi juga dalam memperebutkan hati Mince (Nadine Alexandra). Namun, ibu Mince, Bu Iroh (Inggrid Widjanarko), memperingatkan bahwa Adang dan Asep bukanlah pria baik, dan keduanya sudah beristri. Desa pun gempar ketika teror setan pocong merebak. Tak hanya pocong, kemunculan babi ngepet dan tuyul semakin menandai bahwa ada warga yang mencari kekayaan dengan cara gaib.
sebagai Asep
sebagai Nenden
sebagai ...
sebagai Kang Kredit
sebagai Wulan
sebagai Embah Rojan
sebagai Ujang/Jajang
sebagai Poltak
sebagai Ustad Anggy
sebagai ...
sebagai Kang Adang
sebagai ...
sebagai Levi
sebagai Rini
sebagai Mince/Nila
sebagai Penjual togel
sebagai ...
sebagai Kang Sayur
sebagai Tukang tato
sebagai Iroh
Pemain tampil solid, terutama tribut emosional Babe Cabita dan sindiran savage terhadap mentalitas gila cuan. Meski efek visual pocongnya agak murahan dan plotnya predictable, sinematografi 1970-annya sukses membangun ambiance creepy. Rekomendasi horor komedi yang pas ditonton bareng keluarga, bikin tertawa sekaligus merenung soal obsesi kaya tanpa proses.
Belum ada ulasan dari pengguna.