The Zone of Interest

The Zone of Interest

Nilai Kritikus
––
Nilai Pengguna
7.3 /10
74 Pengguna
Rating Kamu
Beri Nilai

Ikhtisar

Polandia yang diduduki Jerman, musim panas 1943. Hedwig, seorang ibu lima anak yang gigih, berjuang mempertahankan kehidupan keluarganya yang teratur dan damai. Ia telah bekerja keras menciptakan lingkungan ideal bagi anak-anaknya, meski suaminya, Rudolf Hoess, komandan Auschwitz dan perwira SS, selalu sibuk dengan tugasnya. Kehidupan keluarga mereka tampak tenteram, sementara Rudolf disibukkan dengan pengujian sistem ventilasi baru dan pemasangan krematorium mutakhir. Namun, hanya sejarak tipis dari rumah mereka yang harmonis, horor tak terbayangkan berlangsung. Perlahan, keharmonisan Hedwig ternoda oleh asap dan suara-suara mengerikan, menimbulkan pertanyaan tentang batas manusia dan kebiadaban.

Sutradara

Jonathan Glazer

Link Nonton

Loading
The Zone of Interest | Official Trailer HD | A24
The Zone of Interest | Official Trailer HD | A24

01:01

02 April 2026

Ralph Herforth

sebagai Oswald Pohl

Andrey Isaev

sebagai Bronek

Christian Friedel

sebagai Rudolf Höss

Justyna Szklarska

sebagai Prisoner Gardener 1

Julia Polaczek

sebagai Aleksandra Bystron-Kolodziejczyk

Leo Meier

sebagai IKL Announcer

Freya Kreutzkam

sebagai Eleanor Pohl

Sandra Hüller

sebagai Hedwig Höss

Kalman Wilson

sebagai Annagret Höss

Zuzanna Kobiela

sebagai Aniela

Marie Rosa Tietjen

sebagai Hedwig's Friend 1

Joerg Sierenberg

sebagai SS Officer 2

Shenja Lacher

sebagai Gauleiter Fritz Bracht

Carsten Koch

sebagai War-Wounded Soldier 1

Christian Willy

sebagai SS Doctor

Halina Drzymota

sebagai Auschwitz-Birkenau State Museum Cleaner

Barbara Jakubowska

sebagai Auschwitz-Birkenau State Museum Cleaner

Luis Noah Witte

sebagai Hans Höss

Anastazja Drobniak

sebagai Annagret Höss

riksa
riksa
05 April 2026
8

Sangat jarang ada film Holocaust yang tidak menunjukkan kekerasan secara visual tapi tetap berasa horor banget seperti The Zone of Interest. Kita diajak melihat bagaimana Rudolf Höss menyeimbangkan urusan rumah tangga dengan "pekerjaannya" tanpa ada rasa dilema sedikit pun. Justru ketiadaan rasa bersalah itulah yang membuat karakternya sangat nyata sekaligus menakutkan.

Setiap frame-nya indah tapi bikin gelisah karena atmosfernya yang terlalu otentik. Sinematografinya juara, tapi pesan moralnya yang bakal terus teringat di kepala setelah film selesai. Film ini memaksa kita menghadapi kenyataan bahwa kejahatan paling besar seringkali dilakukan oleh orang-orang yang merasa dirinya "normal".

Terakhir Dilihat