Irma (Anggika Bolsterli) terjerat dalam cinta terlarang kepada Galang (Ibrahim Risyad), sepupunya yang telah berkeluarga. Obsesi Irma untuk menjadi satu-satunya wanita di hidup Galang mendorongnya untuk menempuh jalan gelap dengan mendatangi seorang dukun, meminta santet untuk istri Galang. Sejak saat itu, teror mistis melanda rumah Galang: gangguan supranatural, kesurupan, dan kematian mulai menghantui. Namun, Irma tidak menyadari bahwa ancaman yang ia lepaskan juga mengancam nyawanya sendiri.
sebagai Tety
sebagai Ikhsan
sebagai Aa
sebagai Irma
sebagai Wulan
sebagai Anah
sebagai Farah
sebagai Sofia
sebagai Galang
sebagai Bayu
sebagai Nisa
Sijjin lebih baik dibanding versi aslinya. Lele Laila lihai memoles narasi kasar dan menambal plot hole Siccin sehingga lebih logis. Meski lokalisasi Pandeglang unik, eksekusinya terasa sekadar memindahkan cerita mentah-mentah dan bermain aman soal teror. Indonesia terbukti lebih lihai menggarap horor, namun Sijjin sekadar menggarap ulang alih-alih mengadaptasi secara kreatif.
Belum ada ulasan dari pengguna.