Hirayama cuma seorang pria sederhana yang rutin bersihin toilet di Tokyo, tapi caranya menikmati hidup itu inspiratif. Filmnya tidak banyak dialog, tapi pesan emosionalnya nyampe banget lewat ekspresi dan momen-momen kecilnya.
Suasananya mirip-mirip dokumenter warung makan lokal di Jepang yang terasa akrab dengan pelanggannya. Sayang banget karakter Aya tidak muncul lebih sering, padahal menarik. Tapi terlepas dari itu, film ini punya tema yang menyentuh. Ini bukti kalau emosi manusia itu tdk kenal batas budaya, bahkan sutradara asing pun bisa menangkap jiwa Tokyo dengan seindah ini.