Perfect Days

Perfect Days

Nilai Kritikus
79 /100
1 Kritikus
Nilai Pengguna
7.4 /10
12 Pengguna
Rating Kamu
Beri Nilai

Ikhtisar

Hirayama bekerja sebagai petugas pembersih toilet di Tokyo. Ia tampak puas dengan kehidupan sederhananya. Setiap harinya dijalani dengan rutinitas teratur, sementara waktu luangnya diisi dengan kecintaan pada musik dan buku. Hirayama juga memiliki kegemaran memotret pepohonan. Perlahan, sisi-sisi masa lalunya terungkap melalui serangkaian pertemuan tak terduga.

Penulis

Wim Wenders

Link Nonton

Loading
PERFECT DAYS | Official Trailer | Now Streaming
PERFECT DAYS | Official Trailer | Now Streaming

01:37

31 Januari 2026

Moro Morooka

sebagai Bar Regular

Tateto Serizawa

sebagai Taxi Driver

Naoko Ken

sebagai Cat Lady

Reina

sebagai Tourist

Aoi Iwasaki

sebagai Kid

Nari Saitô

sebagai Customer

Yumi Asô

sebagai Keiko

Atsushi Fukazawa

sebagai Kat-Chan

Yasushi Okuwa

sebagai Keiko's Driver

Inuko Inuyama

sebagai Bookstore Owner

Tamae Andô

sebagai Sato

Yuriko Kawasaki

sebagai Mother

Bunmei Harada

sebagai Priest

Arisa Nakano

sebagai Niko

Masahiro Kômoto

sebagai Bar Owner

Tomokazu Miura

sebagai Tomoyama

Daigo Matsui

sebagai Vinyl Store Staff

Taijirô Tamura

sebagai Regular

Isao Matsui

sebagai Old Local

Perfect Days adalah drama slice-of-life yang memikat, menyorot pencarian kedamaian dalam kesederhanaan lewat karakter Hirayama yang relatable dan misterius. Performa Koji Yakusho luar biasa, didukung sinematografi ciamik dan musik yang memperkuat suasana kontemplatif. Pace lambat, bukan untuk semua orang, tapi buat pencari kedalaman, ini masterpiece.

kresna
kresna
10 Februari 2026
9

Hirayama cuma seorang pria sederhana yang rutin bersihin toilet di Tokyo, tapi caranya menikmati hidup itu inspiratif. Filmnya tidak banyak dialog, tapi pesan emosionalnya nyampe banget lewat ekspresi dan momen-momen kecilnya.

Suasananya mirip-mirip dokumenter warung makan lokal di Jepang yang terasa akrab dengan pelanggannya. Sayang banget karakter Aya tidak muncul lebih sering, padahal menarik. Tapi terlepas dari itu, film ini punya tema yang menyentuh. Ini bukti kalau emosi manusia itu tdk kenal batas budaya, bahkan sutradara asing pun bisa menangkap jiwa Tokyo dengan seindah ini.

Terakhir Dilihat