Tujuh tahun sebelum gerbang Saranjana terbuka, cinta Rusmiati dan Badri hancur akibat tekanan adat dan ramalan buruk, memaksa Rusmiati menempuh jalan gelap dengan menggunakan ajian Kuyang. Pilihannya itu membawa teror yang mengintai bayi dan perempuan hamil, sementara identitas Rusmiati perlahan mulai terbongkar. Di tengah kemarahan massa yang siap menghancurkan segalanya, Badri dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan cintanya atau memenuhi tuntutan masyarakat yang haus darah.
sebagai Saidah
sebagai Pak RT
sebagai Badri
sebagai Jendral Saranjana
sebagai Fitriah
sebagai Hendra
sebagai Rusmiati
sebagai Fauziah
sebagai Utuh Ampong
sebagai Hamdan
sebagai Rustam
sebagai Husnah
sebagai Imas
Kuyank menolak horor instan dan memilih membangun ketakutan perlahan lewat atmosfer, mengaburkan mitos dan realitas, serta menyoroti ketakutan kolektif dan represi terhadap perempuan. Film ini lebih menempel di pikiran daripada memancing teriakan, meninggalkan beban emosional, dan berhasil menjadi fondasi kelam bagi semesta Saranjana.
Belum ada ulasan dari pengguna.