Legenda Kelam Malin Kundang

Legenda Kelam Malin Kundang

Nilai Kritikus
80 /100
3 Kritikus
Nilai Pengguna
7.5 /10
29 Pengguna
Rating Kamu
Beri Nilai

Ikhtisar

Alif (Rio Dewanto), seorang seniman lukis mikro, baru saja pulih dari kecelakaan. Dokter mengingatkannya bahwa ingatannya belum sepenuhnya kembali. Saat pulang, Alif dijemput istrinya, Nadine (Faradina Mufti), dan putra mereka, Emir (Jordan Omar). Di rumah, Nadine mengabarkan bahwa ibu Alif akan berkunjung dari desa untuk pertama kalinya. Namun, Alif sama sekali tidak mengingat wajah ibunya atau masa lalunya. Ketika perempuan itu tiba, Alif mulai curiga bahwa ia bukan ibunya yang sebenarnya.

Link Nonton

Loading
FINAL TRAILER - LEGENDA KELAM MALIN KUNDANG
FINAL TRAILER - LEGENDA KELAM MALIN KUNDANG

01:47

26 November 2025

TEASER TRAILER | LEGENDA KELAM MALIN KUNDANG
TEASER TRAILER | LEGENDA KELAM MALIN KUNDANG

01:13

13 November 2025

Jordan Omar

sebagai Emir

Tony Merle

sebagai ...

Sultan Hamonangan MP

sebagai Alif kecil

Vonny Anggraini

sebagai Amma, Ibu Alif

Rio Dewanto

sebagai Alif

Nova Eliza

sebagai Perempuan misterius berlogat Minang

Faradina Mufti

sebagai Nadine, istri Alif

Kehebatan para aktor menjadi pilar utama yang membuat film ini begitu hidup dan meyakinkan, didukung sinematografi memukau, sound design mencekam, serta narasi manusiawi yang mendalam. Meski ada sedikit kekurangan pada CGI, Legenda Kelam Malin Kundang tetap jadi karya ambisius yang layak ditonton dan meninggalkan bekas.

Legenda Kelam Malin Kundang menawarkan atmosfer kuat dan reinterpretasi berani atas cerita rakyat, namun gaya gelap dan intensnya membuat film ini sulit menjangkau penonton luas, didukung eksekusi suspense efektif tapi dilemahkan dialog kaku serta eksposisi yang kurang tajam di akhir.

Legenda Kelam Malin Kundang berhasil merekonstruksi dongeng menjadi thriller psikologis suram yang memotret masalah sosial kompleks melalui visual tak nyaman dan performa kuat Rio Dewanto, meskipun identitas sutradara Rafki dan Kevin masih terasa tertutup oleh gaya khas Joko Anwar yang terlalu mendominasi.

Terakhir Dilihat