Seorang ibu yang sangat mengekang hidup bersama putranya di sebuah peternakan buaya yang terpencil. Kehidupan mereka mulai terguncang ketika sang putra mengenal dunia luar dan jatuh cinta pada seorang gadis untuk pertama kalinya. Sang ibu pun semakin kehilangan kendali atas dirinya dan hubungan mereka.
sebagai ...
sebagai ...
sebagai Penjual pakaian bayi
sebagai Gadis bakso
sebagai Penjual minyak wangi
sebagai Johan
sebagai Tiara
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
sebagai Mama
sebagai ...
sebagai Arumi
sebagai Rien
sebagai ...
sebagai Ginekolog
sebagai Manajer karaoke
sebagai Pacar Rien
Akting Marissa Anita dan Yusuf Mahardika luar biasa, chemistry mereka autentik dan tegang. Sinematografi taman buaya bikin suasana claustrophobic meski outdoor, adegan ritual buaya penuh makna. Narasi kadang predictable dan sedikit melodramatis, tapi visi sutradara tetap orisinal. Crocodile Tears debut impresif, kisah cinta mencekik dan keinginan merdeka.
Crocodile Tears punya modal cerita menjanjikan soal hubungan ibu-anak dan atmosfer intens, tapi eksekusinya terlalu niche dan lambat, dengan alur mudah ditebak dan konflik kurang menggigit. Untungnya, penampilan Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani cukup menyelamatkan. Film ini tetap menawarkan ruang refleksi meski banyak elemennya terasa tanggung.
Belum ada ulasan dari pengguna.