A Normal Woman

A Normal Woman

Nilai Kritikus
55 /100
2 Kritikus
Nilai Pengguna
4.3 /10
24 Pengguna
Rating Kamu
Beri Nilai

Ikhtisar

Milla (Marissa Anita) tampak menjalani hidup mewah dan tenang sebagai istri Jonathan (Dion Wiyoko), seorang pengusaha sukses. Namun, tanpa sebab yang jelas, Milla mulai mengalami gangguan fisik—berawal dari luka di tumit dan kemudian muncul pula di wajahnya—yang disertai gangguan psikis yang semakin mengganggu aktivitas sehari-harinya. Rasa sakit yang dirasakannya bukan hanya berasal dari tubuh, tetapi juga dari tekanan emosional akibat mertuanya, Liliana, sosok otoriter yang sangat dipuja oleh Jonathan. Ketika pembantu yang telah bersamanya sejak kecil, Irah (Sari Koeswoyo), secara tak sengaja menyebut nama Grace, Milla mulai mempertanyakan identitas dirinya yang selama ini ia yakini. Rahasia kelam dari masa lalunya pun perlahan terungkap, membawa Milla pada konfrontasi dengan masa lalu yang selama ini tersembunyi. Film ini mengangkat perjalanan batin seorang wanita dalam menghadapi trauma dan tekanan keluarga yang kompleks, menggali lapisan-lapisan identitas dan rahasia yang membentuk kehidupannya.

Sutradara

Lucky Kuswandi

Link Nonton

Loading
A Normal Woman | Trailer Resmi | Netflix
A Normal Woman | Trailer Resmi | Netflix

01:42

18 Juli 2025

Kiki Narendra

sebagai Nugros

Alvin Adam

sebagai dr Garry

Feli Sumayku

sebagai Yuli

Alexa Jeslyn Hendrawan

sebagai Grace kecil

Sari Koeswoyo

sebagai Irah

Widyawati

sebagai Liliana

Melissa Karim

sebagai Leni

Jasmine Laura Arandsen

sebagai Grace kecil

Elkie Kwee

sebagai Gunawan

Hatta Rahandy

sebagai Hatta

Caitlyn Sevlin Gunawan

sebagai Erika kecil

Aida Nurmala

sebagai Ny Nugros

Dion Wiyoko

sebagai Jonathan

Marissa Anita

sebagai Milla

Fadi Alaydrus

sebagai Royhan

Mima Shafa

sebagai Angel

A Normal Woman tampil elegan dengan visual puitis dan akting solid, terutama Marissa Anita yang memukau sebagai Milla. Isu perempuan modern dan tekanan sosial digarap berani, meski twist-nya terasa absurd dan beberapa karakter serta plot hole terabaikan. Endingnya kurang memuaskan, tapi film ini tetap layak ditonton buat yang suka drama psikologis.

Kendati didukung visual estetik dan dominasi akting Widyawati yang memukau, A Normal Woman berakhir menjadi tontonan hampa yang gagal menggugah emosi akibat penuturan kaku layaknya tugas kuliah serta performa pemeran utama yang tidak seimbang.

Terakhir Dilihat