Lena datang dari Jakarta ke Malang untuk melanjutkan kuliah bersama kakaknya, Benhur. Mereka menempati sebuah kos milik Bu Astri dan Pak Wiryo, pasangan yang dikenal baik dan ramah. Suasana kos terasa nyaman, murah, dan penuh kehangatan, apalagi setiap minggu Bu Astri selalu mengundang seluruh penghuni kos untuk makan malam bersama, menciptakan kebersamaan layaknya keluarga. Namun, ketenteraman itu mulai terusik ketika salah satu penghuni mengalami mimpi-mimpi aneh dan mulai meyakini bahwa kos tersebut angker, bahkan mengaku melihat sosok pocong gantung. Awalnya, Lena dan penghuni lain menepis cerita itu sebagai halusinasi belaka, hingga suatu malam Lena sendiri menyaksikan kengerian yang sama. Teror pun mulai menghantui seluruh penghuni kos, mengubah tempat nyaman itu menjadi penuh ketakutan. Ternyata, kos ini menyimpan rahasia kelam—ada harga yang harus dibayar untuk tinggal di sana. Bukan sekadar uang sewa, tetapi nyawa para penghuninya yang menjadi taruhannya.
sebagai Lena
sebagai Aryo
sebagai Bu Asri
sebagai Eka
sebagai Rina
sebagai Ryan
sebagai Yamin
sebagai Nadia
sebagai Bobby
sebagai Della
sebagai Hani
sebagai Benhur
sebagai Pak Wiryo
Rego Nyowo mengeksploitasi kengerian domestik melalui atmosfer Malang yang mencekam dan mitologi pocong gantung yang distingtif. Rizal Mantovani piawai merajut narasi urban tentang konsekuensi fatal keserakahan ekonomi dengan sinematografi kelam yang menggugah. Meski resolusinya terasa sedikit terakselerasi, performa solid pemeran utamanya berhasil memvalidasi ketegangan psikologis yang autentik dan menghantui sepanjang durasi film.
Rego Nyowo unggul dalam aspek visual, atmosfer mencekam, dan desain makhluk gaib yang ikonik, namun terhambat oleh skrip yang tidak logis, pacing tidak rapi, serta penggunaan jumpscare dan musik yang berlebihan.
Belum ada ulasan dari pengguna.