Sanchia Vaneka's Portrait

Sanchia Vaneka

Informasi tentang kritikus ini belum tersedia.

Publikasi

Lombok Post

Kolaborasi epik Choi Woo-shik dan Kim Ji-won ini menampar realita lewat dialog jujur dan akting micro-expression yang rapuh. Alur non-linear dengan kontras warna tajam memaksa penonton berdamai dengan masa lalu. Bukan sekadar drama balikan, ada akhir dewasa tanpa balutan dongeng. Ceritanya murni soal proses menerima bahwa beberapa orang hanya hadir sebagai kenangan.

Luna Maya makin matang dan luwes di balik prostetik tebal. Visualnya grande, suguhkan efek praktikal ngeri yang brutal tanpa CGI murahan. Sayangnya, durasi 135 menit terasa draggy dan bertele-tele. Meski naskah butuh diperketat, ini penghormatan layak yang membuktikan kegelapan hati manusia jauh lebih horor dibanding sekadar hantu jumpscare.

Agak Laen: Menyala Pantiku! menunjukkan peningkatan pada kualitas produksi dan pendalaman naratif melalui pendekatan misteri investigatif yang lebih terstruktur dan cermat. Namun, orientasi baru yang lebih sistematis dan tertata ini membuat unsur komedinya tampil lebih terkendali dan terukur, sehingga kehilangan spontanitas jenaka yang sebelumnya menjadi kekuatan utama film pertamanya.

Terakhir Dilihat