Ulasan Kritik

Suka Duka Tawa sukses memotret isu fatherless dan ironi kehidupan komika lewat akting solid para pemainnya. Namun, film ini gagal memberikan dampak emosional mendalam karena eksekusi drama dan komedinya terasa tanggung. Konflik keluarga hanya digali di permukaan, membuat ceritanya ragu melompat lebih jauh sehingga kurang mampu mengaduk perasaan penonton secara maksimal.

Marty Supreme penuh kekacauan, repetitif, dan berkutat pada keputusan impulsif Marty Mauser yang narsis dan ambisius. Aksi Chalamet dan visual Khondji jadi penyelamat di tengah alur yang melelahkan. Untungnya, perkembangan karakter di akhir memberi penutup yang cukup melegakan, menandai sisi humanis bahkan pada karakter paling red flag.

Ghost in the Cell menyuguhkan horor gore eksplisit dengan kritik sosial pedas soal bobroknya sistem lapas Indonesia. Visual lubang-lubang menjijikkan jadi simbol rusaknya moralitas. Penampilan Aming sebagai psikopat benar-benar beda dan mengancam. Sindiran sosial lewat dialog satir bikin film ini makin tajam, gelap, tapi tetap menghibur.

Showing 1 to 3 of 3 entries

Terakhir Dilihat