Gobta jadi jantung cerita, bikin petualangan terasa ringan tanpa terjebak cerita "rapat" khas Tensura. Formulanya sangat "movie anime" dengan tumpukan banyak fan service dan interaksi santai yang memanjakan fans. Meski antagonisnya tipikal isekai, film ini tetap menghibur buat pengikut setia yang rindu aksi Gobta, walau kurang cocok bagi pencari cerita epik atau penonton baru.
Pacing pembukanya lambat dengan plot cerita "cetek" dan penuh plot hole. Rimuru cuma jadi pembantu buat perjalanan romantis Gobta. Villain-nya redundan, animasinya kurang effort, dan sound effect-nya menyiksa kuping. Akhirnya, film ini sulit dinilai lebih dari sekadar proyek fans service kurang ambisius yang hanya cocok sebagai pelengkap buat penggemar setia.