Luka lama kembali terbuka saat bintang pop legendaris Mother Mary bertemu kembali dengan Sam Anselm, sahabat lama sekaligus mantan perancang kostumnya yang telah lama terpisah, tepat di malam sebelum penampilannya dalam konser comeback yang sangat dinanti.
sebagai ...
sebagai Ava
sebagai Emily
sebagai Hilda
sebagai Sam Anselm
sebagai Jade
sebagai Tessa
sebagai Kyla
sebagai Stage Manager
sebagai ...
sebagai Background Role
sebagai ...
sebagai Red Woman
sebagai Mother Mary
sebagai BTS-Photographer
Mother Mary mengusung premis menarik soal pop star legendaris, tapi alur cerita stagnan dan terlalu banyak dialog filosofis yang muter-muter. Simbolisme dan metafora bertebaran, kadang bikin penonton terasing. Visual stylish, akting Hathaway dan Coel solid, tapi narasi kurang terhubung. Cocok buat pecinta film eksperimental, bukan konsumsi umum.
Dinamika Hathaway dan Coel jadi nyawa film, dengan Hathaway tampil brutal dan Coel sebagai jangkar yang dalam. Atmosfer gelap, musik bukan sekadar tempelan, dan visualnya memanjakan mata. Mother Mary lebih ke psychological thriller daripada musikal biasa, menyindir keras beban martir pada artis. Salah satu rilisan A24 paling berkesan tahun ini.
Mother Mary punya cerita yang menarik, namun sayang terhambat oleh ide-ide yang berbelit dan visual surealis. Chemistry antara Anne Hathaway dan Michaela Coel kurang dikembangkan, bahkan drama di antara mereka hampir tidak terasa. Akting Hathaway sangat emosional, namun sayangnya penampilan Coel justru membuat karakternya terkesan menyebalkan. Kedua karakter utama juga kurang mendapatkan ruang untuk dieksplor. Film ini punya potensi, tapi hasil akhirnya mengecewakan.