Anggie (Acha Septriasa), seorang wanita Indonesia yang menempuh pendidikan di Sydney, Australia, mengalami kekerasan dari kekasihnya, Ethan (Matthew Williams). Anggie memutuskan pergi meninggalkan Ethan. Dalam keadaan terluka dan mabuk, ia terjatuh di depan sebuah masjid dan ditolong oleh Fatimah (Hana Saraswati), pengurus masjid. Kebaikan Fatimah dan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang didengarnya membuat hati Anggie tersentuh. Sejak itu, Anggie meminta diajari tentang Islam dan keputusan untuk memeluk Islam pun menjadi titik balik hidupnya. Namun, ia harus menghadapi penolakan keluarga dan lingkungan.
sebagai Anggie
sebagai Magda
sebagai Willy
sebagai Willy kecil
sebagai Maria
sebagai Ramli
sebagai Bi Tik
sebagai Joseph
sebagai Alya
sebagai Nina
sebagai Ustad Reza
sebagai Ethan
sebagai Anggie kecil
sebagai Fatimah
sebagai Sayid
Performa Acha Septriasa menjadi pusat kekuatan film dengan ekspresi emosional mendalam, didukung sinematografi indah dan soundtrack yang memperkuat suasana; tema pemulihan, pencarian identitas, dan rekonsiliasi keluarga digarap empatik meski ada stereotip minor pada karakter non-Muslim.
Air Mata Mualaf menyuguhkan drama perjalanan batin, pencarian spiritual, dan dinamika keluarga sebagai inti cerita tanpa nada menggurui. Acha Septriasa memerankan sosok yang rapuh namun tetap tegar, sehingga upaya tokohnya mencari ketenangan terlihat meyakinkan. Perubahan diri digambarkan sebagai proses yang berat tetapi bermakna. Hasilnya, sebuah drama yang halus, emosional, dan tapi tetap bermakna.