Angkasa kehilangan arah setelah dipecat, ditinggal meninggal ibunya, dan hubungannya dengan Lembayung berakhir. Ia memilih meninggalkan Jakarta untuk menjadi relawan guru di Ollon, Tana Toraja. Di sana, Angkasa mengajar enam murid dengan nama depan menyerupai presiden Indonesia: Karno, Harto, Habi, Wahid, Mega, dan Bambang. Pengalaman baru dan peristiwa tak terduga di desa itu perlahan mengubah pandangan hidup Angkasa, mengubah pelariannya menjadi perjalanan untuk menemukan makna kehidupan.
sebagai Bumi
sebagai ...
sebagai ...
sebagai Lembayung
sebagai Harto
sebagai Mira
sebagai Abun
sebagai Mega
sebagai Karno
sebagai Bambang
sebagai Angkasa
sebagai Febe
sebagai Wahid
sebagai Rombe
sebagai ...
sebagai Habi
sebagai ...
Belum ada ulasan dari kritikus.
Belum ada ulasan dari pengguna.