Solah Vincenzio (Rigen Rakelna) kembali ke kampung halamannya bersama tiga sahabatnya, Fajrul (Indra Jegel), Jaka (Tora Sudiro), dan Supra (Indro Warkop). Dengan penuh harap, Solah membayangkan dirinya akan disambut bak pahlawan, namun kenyataan berkata lain—ia justru disangka sebagai setan oleh warga desa. Kecewa dan sedih, Solah harus menerima kenyataan pahit bahwa Dara Gonzales (Davina Karamoy), gadis pujaan hatinya sejak lama, justru akan menikah dengan adik kandungnya sendiri, Iqbal (Kenzy Taulany).
Namun, kebahagiaan Iqbal dan Dara terancam ketika pernikahan mereka diteror oleh kemunculan Nenek Gayung, sosok mistis pemandi jenazah yang menebar teror dan mencari korban untuk dimandikan. Teror Nenek Gayung membuat seluruh kampung diliputi ketakutan dan pernikahan Iqbal dan Dara berada di ujung tanduk. Satu-satunya harapan untuk menyelamatkan pernikahan itu ada di tangan Solah dan teman-temannya. Mereka harus memberanikan diri menghadapi Nenek Gayung dan meminta bantuan Kangmas Pusi (Andre Taulany), seorang tokoh unik yang dikenal memiliki pengetahuan tentang dunia gaib. Bersama, mereka harus menyingkap misteri di balik teror Nenek Gayung demi menyelamatkan orang-orang yang mereka cintai.
sebagai Yuyun Bonaparte
sebagai Supra
sebagai Iqbal Vincenzio
sebagai Sigi Luciano
sebagai Kangmas Pusi
sebagai Yati Marsilini
sebagai Iis Tomaso
sebagai Jaka
sebagai Cici Giovani
sebagai Dara Gonzales
sebagai Fajrul
sebagai Cowok voice over
sebagai Tukang foto
sebagai Solah Vincenzio
sebagai Nenek Gayung
sebagai Solah kecil
sebagai Penata rias
Kang Solah tampil berani lewat guyonan liar dan absurd dari kuartet komediannya. Chemistry-nya juara, visual CGI-nya asik. Sayangnya, komedi terkadang terasa asbun dan unsur horornya cuma jadi topping doang. Plotnya masih pakai formula lama yang identik dengan film pertama. Menghibur buat penonton baru, tapi secara kualitas belum bisa melampaui Kang Mak.
Belum ada ulasan dari pengguna.