Obsesi Oscar Restrepo terhadap puisi tak pernah memberinya kejayaan. Kini, di usia senja, ia semakin tenggelam dalam stereotip penyair yang hidup dalam bayang-bayang, perilakunya pun kian tak menentu. Pertemuannya dengan Yurlady, seorang remaja sederhana, menjadi secercah harapan di hari-harinya yang suram. Oscar mulai membimbing Yurlady, membantu mengasah bakat puisinya dan menyalakan kembali semangat dalam hidupnya sendiri. Namun, ketika Oscar membawa Yurlady masuk ke dunia para penyair yang kelam, ia mulai mempertanyakan apakah jalan itu benar-benar terbaik untuk gadis muda tersebut.
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
Belum ada ulasan dari kritikus.
Meh