Nurani dan Arya lahir dengan kondisi fisik yang berbeda. Nurani adalah tunarungu, sementara Arya mengalami disabilitas akibat kelalaian ayahnya saat proses kelahiran, yang menyebabkan otot kaki Arya putus. Sejak kecil, mereka diasuh oleh kakek mereka, seorang nelayan sederhana, setelah ibu mereka meninggal dunia saat melahirkan Arya. Ayah mereka, yang diliputi rasa bersalah dan frustasi, memilih meninggalkan keluarga dan merantau.
Meskipun hidup penuh keterbatasan, Nurani dan Arya tetap tegar. Nurani menunjukkan kelebihannya saat menghadapi perundungan di sekolah, membuktikan bahwa kekurangannya bukan halangan untuk berprestasi. Suatu hari, Nurani secara tak sengaja bertemu Darta, seorang anggota kelompok narkoba yang tengah diburu polisi. Dalam kepanikan, Darta mendorong Nurani hingga kepalanya terluka parah dan Nurani jatuh koma.
Ketakutan akan identitasnya terbongkar, Darta terus mengancam keselamatan Nurani dan Arya, berusaha memastikan rahasianya tetap tersembunyi. Dalam bayang-bayang ancaman itu, Arya harus berjuang melindungi adiknya dan mencari keadilan, meski keterbatasan fisik dan cobaan hidup terus menghadang mereka.
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
sebagai ...
Belum ada ulasan dari kritikus.
Belum ada ulasan dari pengguna.