Panggil Aku Ayah sukses mengadaptasi trope found family dengan pendekatan khas Indonesia, terutama pada hubungan Dedi dan Pacil yang emosinya kuat dan menyentuh. Proses kedekatan terasa natural, didukung akting solid Ringgo Agus dan Myesha Lin. Sayangnya, chemistry memudar saat Intan dewasa, membuat klimaks terasa hambar. Film ini tetap relevan berkat isu-isu sosial yang diangkat.
Akting para pemain kuat dan natural, menghadirkan emosi yang terasa nyata, sementara sentuhan lokal dan simbolisme memperdalam cerita. Pacing di tengah agak lambat dan konflik utama terkesan klise, eksekusi film tetap menyentuh dan relevan bagi penonton Indonesia.