Elio, seorang penggemar luar angkasa dengan imajinasi yang luar biasa aktif, tiba-tiba terjebak dalam petualangan kosmik yang tak terduga. Di tengah kekacauan intergalaksi, ia harus membangun hubungan dengan berbagai makhluk asing yang unik, menghadapi tantangan besar yang mengancam semesta, dan perlahan-lahan menemukan jati dirinya yang sebenarnya. Dalam perjalanannya, Elio belajar tentang keberanian, persahabatan, dan arti menjadi diri sendiri, sambil berusaha menyelamatkan dunia baru yang ia temui dari krisis besar yang bisa mengguncang seluruh galaksi.
Adrian Molina, Domee Shi, Julia Cho, Madeline Sharafian, Julia Cho, Jesse Andrews, Mark Hammer, Mike Jones, Hannah Friedman
sebagai Ambassador Questa
sebagai Ambassador Helix
sebagai Glordon
sebagai Bryce
sebagai Ambassador Naos
sebagai Elio
sebagai Ambassador Auva
sebagai Diplo Ship
sebagai Olga Solís
sebagai Ambassador Tegmen
sebagai Ooooo
sebagai Universal Users Manual
sebagai Lord Grigon
sebagai Ambassador Turais
sebagai Ambassador Mira
sebagai Museum Exhibit Narrator
sebagai Caleb
sebagai Gunther Melmac
sebagai Colonel Markwell
Elio menyajikan visual imajinatif dan hiburan ramah anak yang mudah diikuti, namun film ini minim resonansi emosional dan tidak memiliki elemen pembeda yang kuat. Hasilnya, posisi akhirnya hanya setara dengan katalog “tier menengah” Pixar, jauh dari standar karya ikonik studio tersebut.
Visualnya keren abis, warna-warnanya vivid, desain luar angkasanya gokil banget. Ceritanya tuh campur aduk antara lucu, ngena, sama aksi khas Pixar yang selalu berhasil bikin baper. Perjalanan Elio di dunia asing nan aneh seru, kadang kocak, kadang juga bikin merenung, apalagi ending-nya yang nampol banget.
Film ini nggak cuma soal petualangan seru di luar angkasa, tapi juga soal tumbuh dan kenali diri sendiri. Cocok banget buat ditonton segala umur, karena pesan dan momennya pasti nyangkut di hati. Pixar emang jagonya bikin film yang nggak sekadar buat anak-anak, tapi juga penuh makna buat orang dewasa.