Diangkat dari kisah nyata Soe Hok Gie (Jonathan Mulia, Nicholas Saputra), seorang aktivis dan penulis di tahun 60-an, film ini mengisahkan perjalanan seorang individu yang selalu melawan arus zaman. Gie dikenal sebagai sosok yang lurus, jujur, dan tanpa kompromi, namun kejujurannya sering kali ditolak oleh orang-orang di sekelilingnya. Cintanya pada Indonesia dan dunia mahasiswa mendorongnya untuk bersuara ketika ada ancaman terhadap keduanya. Dia sangat kecewa saat perjuangannya melawan tirani justru melahirkan rezim baru yang menyebabkan pembantaian jutaan orang, termasuk sahabatnya, Tjin Han (Christian Audi, Thomas Y Nawilis). Seiring waktu, rekan-rekannya beradaptasi dengan rezim baru, bahkan terjerumus dalam korupsi. Meski berpotensi "masuk" ke lingkaran kekuasaan, Gie tetap berpegang pada idealismenya, yang membuatnya ditinggalkan orang-orang terdekat. Alam menjadi satu-satunya tempat di mana ia merasa diterima. Film ini menyajikan gambaran mendalam tentang tokoh yang tersisih zaman, relevan dengan isu-isu korupsi dan materialisme dalam masyarakat saat ini, dengan fotografi yang mencerminkan warna film Indonesia tahun 1970-an.
sebagai Ira
sebagai Presiden Soekarno
sebagai Tan Tjin Han
sebagai Nio
sebagai Jaka
sebagai Bibi Han
sebagai Herman Lantang
sebagai Soe Hok Gie
sebagai Tan Tjin Han Muda
sebagai Soe Lie Piet
sebagai Soe Hok Gie Muda
sebagai Denny Mamoto
sebagai Sinta
sebagai Soe Hok Djin
sebagai Aristides Katoppo
Belum ada ulasan dari kritikus.
Belum ada ulasan dari pengguna.